Gde Sumarjaya Linggih Dorong Digitalisasi dan Robotik untuk Percepat Modernisasi Logistik Nasional

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih (GSL)  menegaskan bahwa digitalisasi dan pemanfaatan teknologi robotik menjadi faktor krusial dalam mempercepat modernisasi sistem logistik nasional. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan global sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Menurut politisi yang akrab disapa Demer tersebut, sistem logistik Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari tingginya biaya distribusi, kurangnya integrasi antar moda transportasi, hingga keterbatasan infrastruktur digital yang belum merata. Oleh karena itu, transformasi berbasis teknologi harus menjadi prioritas strategis pemerintah dan pelaku industri.

“Digitalisasi memungkinkan terciptanya sistem logistik yang transparan, terukur, dan efisien. Sementara teknologi robotik dapat mempercepat proses operasional di berbagai sektor, mulai dari pergudangan hingga distribusi barang,” ujar Demer dalam keterangannya seperti dikutip di akun Instagram miliknya, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, penerapan teknologi seperti automated warehouse, smart tracking system, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) dapat mengurangi potensi kesalahan manusia (human error) serta mempercepat waktu pengiriman barang. Hal ini secara langsung akan berdampak pada penurunan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama bagi pelaku usaha nasional.

Lebih lanjut, Demer juga menyoroti pentingnya integrasi data antar pemangku kepentingan, baik pemerintah, BUMN, maupun sektor swasta. Menurutnya, tanpa sistem yang terintegrasi, digitalisasi tidak akan memberikan dampak optimal terhadap efisiensi logistik.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci. Pemerintah harus hadir sebagai regulator sekaligus fasilitator, sementara dunia usaha perlu adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan robotik. Program pelatihan dan pendidikan vokasi dinilai sangat penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten di bidang logistik modern.

Dalam konteks global, Demer menilai bahwa persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kecepatan dan efisiensi distribusi. Negara-negara maju telah lebih dahulu mengadopsi teknologi canggih dalam sistem logistik mereka, sehingga Indonesia perlu segera mengejar ketertinggalan agar tidak semakin tertinggal.

“Jika sistem logistik kita mampu bersaing, maka produk-produk Indonesia akan lebih mudah menembus pasar global dengan harga yang kompetitif,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan di DPR RI, Komisi VI juga akan terus mendorong kebijakan yang mendukung percepatan transformasi logistik nasional, termasuk penguatan regulasi, insentif investasi di sektor teknologi, serta pengembangan infrastruktur digital yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Indonesia dapat membangun sistem logistik yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi, sehingga mampu menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional di era digital.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *