Anggaran Rp3,4 Triliun Disorot, Budiman Minta Pemprov DKI Respons Cepat Jalan Rusak Saat Musim Hujan

Budiman Hariyadi

JAKARTA — Hujan yang kembali mengguyur Ibu Kota pada Jumat (27/02/2026) memunculkan kekhawatiran baru terkait kondisi infrastruktur jalan. Pengamat Kebijakan Publik Budiman Hariyadi mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar tidak lengah menghadapi dampak lanjutan musim hujan, terutama terhadap kerusakan jalan.

Budiman yang juga merupakan pengurus DPP Pemuda LIRA menyebut, persoalan jalan berlubang dan retak kerap menjadi masalah tahunan saat curah hujan tinggi. Air yang menggenang mempercepat pelapukan aspal, terlebih di ruas-ruas jalan yang sebelumnya telah mengalami tambal sulam akibat proyek utilitas.

Menurutnya, maraknya galian kabel yang memakan badan jalan turut memperburuk kondisi. Banyak bekas galian yang dinilai tidak dikembalikan ke standar kualitas semula sehingga mudah rusak saat diguyur hujan deras dan dilintasi kendaraan berat.

“Ini persoalan berulang setiap tahun. Jika pengawasan dan kualitas pekerjaan tidak ditingkatkan, maka masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Budiman menyoroti anggaran Dinas Bina Marga DKI Jakarta yang mencapai sekitar Rp3,4 triliun per tahun. Dengan alokasi sebesar itu, ia menilai seharusnya kualitas perencanaan, pengawasan, serta pemeliharaan jalan dapat berjalan lebih optimal dan responsif terhadap laporan masyarakat.

Ia juga menilai perlu adanya evaluasi terhadap jajaran teknis, termasuk kepemimpinan di Dinas Bina Marga, apabila masih banyak ditemukan jalan rusak yang membahayakan pengguna. Jalan berlubang dan permukaan tidak rata, lanjutnya, berpotensi menyebabkan kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Budiman mengingatkan bahwa pemerintah sebagai penyelenggara jalan memiliki tanggung jawab hukum atas keselamatan pengguna jalan. Karena itu, perbaikan tidak boleh menunggu viral di media sosial atau jatuhnya korban.

“Keselamatan publik harus menjadi prioritas. Jangan sampai kelalaian dalam pemeliharaan berujung pada konsekuensi hukum dan kerugian masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat mempercepat inspeksi rutin di seluruh wilayah, memperketat pengawasan proyek galian utilitas, serta memastikan setiap kerusakan jalan ditangani cepat dan tuntas, terutama di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *