Ramadhan Menguatkan Ukhuwah, Musholla Al-Ukhuwah Taman Wanasari Indah Cibitung Tebar Cahaya Ifthor Jama’i

BEKASI – Senja turun perlahan di Taman Wanasari Indah (TWI) Blok A, Kelurahan Wanasari, Cibitung, Minggu (1/3/2026). Langit yang temaram menjadi saksi kehangatan hati yang menyala di halaman Musholla Al-Ukhuwah, ketika lantunan doa dan senyum tulus menyatu dalam gelaran Ifthor Jama’i (buka puasa bersama). Anak-anak yatim, kaum dhuafa, dan warga sekitar duduk berjejer dalam kebersamaan, menanti detik-detik magrib dengan harap dan syukur.

Kegiatan tahunan ini bukan sekadar tradisi berbuka puasa bersama, melainkan perwujudan firman ALLAH TA’ALA dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara…” (QS. Al-Hujurat: 10). Di tengah hiruk pikuk kehidupan urban, ukhuwah Islamiyah kembali diteguhkan. Sejak sore hari, warga bergotong royong menyiapkan hidangan, menghadirkan makna Ramadan sebagai madrasah kepedulian sosial.

Acara turut dihadiri Ketua DKM Masjid Al Baitul Ma’mur, Ustadz Marzuki, beserta jajaran pengurus. Hadir pula Ketua DKM Musholla Al-Ukhuwah, Renaldy, bersama panitia yang dengan penuh keikhlasan menggerakkan kegiatan. Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol bahwa sinergi masjid dan musholla adalah fondasi kuat membangun peradaban berbasis iman dan amal saleh.

Menjelang adzan Maghrib, tausiyah Ustadz Farkhanudin, S.Spi., menggugah relung jiwa. Ia mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menahan diri dari kelalaian. Ia mengutip pesan Ilahi: “Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya…” (QS. Saba’: 39). Seruan itu mengalir lembut, mengajak jamaah memperkuat rasa syukur, memperbanyak sedekah, dan menjadikan Ramadan sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih bertakwa.

Saat adzan Maghrib berkumandang, do’a-do’a terangkat. Kurma dan air menjadi pembuka yang sederhana namun sarat makna. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.” (HR. Tirmidzi). Nilai hadits ini nyata terasa ketika santunan untuk anak yatim dan dhuafa diserahkan. Senyum mereka adalah cahaya, dan cahaya itu menular ke setiap hati yang hadir.

Ketua RT 08, Makmum, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. “Alhamdulillah, Ifthor Jama’i ini berjalan lancar dan didukung cuaca yang cerah,” ujarnya singkat, namun sarat makna. Cuaca cerah seolah menjadi metafora ridha Ilahi atas ikhtiar kebersamaan di Ramadhan 1447 Hijriah.

Ketua DKM Musholla Al-Ukhuwah, Renaldy, menegaskan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Terima kasih kepada semua donatur dan warga yang telah membantu. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan membawa keberkahan bagi kita semua.” Pungkasnya penuh harap.

Di tengah tantangan zaman yang kerap menggerus kepedulian, Musholla Al-Ukhuwah kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai tempat sujud, tetapi pusat pemberdayaan Ummat. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 177, kebajikan sejati adalah iman yang diwujudkan dalam kepedulian kepada yatim dan kaum membutuhkan. Dari Taman Wanasari Indah Cibitung, pesan itu menggema: Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi tentang membangun peradaban kasih sayang (Rahmatan lil ‘alamin).
(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *