BALI – BELA RAKYAT – Anggota Komisi III DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, I Nyoman Parta, menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Upaya pencegahan melalui edukasi dan pembangunan kesadaran kolektif masyarakat harus menjadi langkah utama untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.
Pandangan tersebut disampaikan I Nyoman Parta melalui unggahan di akun Instagram pribadinya saat menyoroti persoalan narkoba yang dinilainya semakin mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian bersama.
Dalam acara Sarasehan PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN NARKOBA KEMITRAAN BNN DAN KOMISI III DPR RI dejgan tema “Generasi Muda Desa Adat di Era Digital- Antara Mobilitas Sosial, Lifestyle dan Risiko Keterpaparan Narkoba” Bali, 24 Oktober 2026 kemarinm
Menurut Parta, masalah narkoba merupakan persoalan lama yang sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia (SDM), penegakan hukum, kondisi sosial budaya, serta situasi dan kebijakan politik suatu negara.
Ia menilai, Indonesia tengah menghadapi tantangan serius dalam pemberantasan narkoba. Salah satu peristiwa yang menjadi perhatiannya adalah penangkapan kapal berbendera Mongolia oleh aparat Kepolisian Republik Indonesia bersama Bea Cukai pada 23 Oktober 2026 di perairan Selat Belawan, Sumatera Utara.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam unggahannya, kapal tersebut diduga membawa 1,16 ton ketamin, dengan kepemilikan yang dikaitkan dengan sebuah perusahaan dari Malaysia. Temuan dalam jumlah besar tersebut menjadi pengingat bahwa peredaran narkotika merupakan persoalan serius yang membutuhkan pengawasan dan penegakan hukum secara konsisten.
Parta juga menyoroti kondisi di Bali yang masih menghadapi persoalan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Ia menyebut lembaga pemasyarakatan di Bali didominasi oleh tahanan dan warga binaan yang tersangkut kasus narkoba.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa ancaman narkoba kini tidak hanya menyasar kalangan dewasa, tetapi juga telah menjangkau anak-anak usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Kondisi tersebut, menurutnya, tidak boleh dibiarkan karena anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perlindungan serius dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Ini situasi yang tidak boleh dibiarkan,” demikian penekanan Parta dalam pesannya mengenai bahaya narkoba.
Ia berpandangan bahwa pencegahan merupakan salah satu langkah paling efektif dalam menghadapi persoalan narkoba. Karena itu, membangun kesadaran kolektif masyarakat Bali menjadi kebutuhan mendesak agar upaya perlindungan terhadap generasi muda dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kesadaran tersebut perlu dibangun melalui edukasi, keterlibatan keluarga, lingkungan pendidikan, komunitas adat, serta partisipasi berbagai elemen masyarakat. Dengan demikian, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga gerakan bersama untuk menjaga masa depan generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Parta menyampaikan apresiasi kepada Irjen Pol Asep Saepudin, S.I.K., Sekretaris Utama BNN Pusat, dan Irjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., Kapolda Bali, yang telah berkenan hadir memberikan edukasi sekaligus meluncurkan lagu bertema bahaya narkoba dalam kegiatan sarasehan tersebut.
Kehadiran unsur Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian diharapkan dapat memperkuat penyebarluasan pesan antinarkoba sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko penyalahgunaan narkotika.
Melalui kegiatan sarasehan dan peluncuran lagu tersebut, pesan bahaya narkoba diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk kalangan anak muda. Pendekatan edukatif melalui media kreatif menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan pencegahan dengan bahasa yang lebih mudah diterima berbagai kelompok masyarakat.
Parta menegaskan pentingnya membangun gerakan bersama agar masyarakat memiliki kepedulian dan keberanian untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Baginya, perang melawan narkoba bukan semata-mata persoalan menangkap pelaku dan menghukum pelanggar hukum, melainkan juga tentang menyelamatkan anak-anak, melindungi keluarga, serta menjaga masa depan masyarakat Bali dan Indonesia.
Karena itu, sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang lebih aman dari ancaman narkoba.






