HUT ke-62 Golkar DKI Dirayakan Bersama Ojol dan PKL

JAKARTA –  BELA RAKYAT – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Partai Golkar di DKI Jakarta digelar dengan cara yang jauh dari kesan mewah. DPD Partai Golkar DKI Jakarta memilih merayakan momen bersejarah partai berlambang pohon beringin itu dengan mengundang sekitar 125 pengemudi ojek online (ojol) untuk doa bersama dan makan malam bersama di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Selasa malam, 20 Oktober 2026 kemarin.

Bukan sekadar seremonial, kegiatan tasyakuran itu sengaja melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar kantor, yakni para pedagang kaki lima (PKL). Semua hidangan yang disajikan untuk ratusan pengemudi ojol tersebut dibeli dari warung dan lapak PKL yang sehari-hari berjualan di kawasan tersebut.

Bacaan Lainnya

Dua pesan kuat pun mengemuka dari perayaan sederhana ini: kepedulian sosial dan gerakan moral untuk ojol.

Wakil Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, M. Ashraf Ali, mengatakan konsep acara ini memang dirancang untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang paling dekat dengan kantor partai.

“Alhamdulillah ya, hari ini kita merayakan Hari Ulang Tahun Golkar yang ke-62, dan tentunya rasa senang, rasa suka kita menyambut atau merayakan ini kita juga mengajak masyarakat, yang khususnya ojek online yang ada di sekitar gedung Partai Golkar, sehingga mereka juga ikut merasakan kegembiraan kita,” ujar Ashraf di lokasi acara.

Menurut Ashraf, kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar. Ia menegaskan bahwa motto “Suara Rakyat, Suara Golkar” harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan.

“Nah, mudah-mudahan kebersamaan Partai Golkar dengan rakyat ini akan memberikan kontribusi bahwa Partai Golkar peduli dengan rakyat. Suara rakyat, suara Golkar, ya, itu bagian daripada moto kita, sehingga masyarakat ikut senang bersama-sama kita,” kata Ashraf.

Ia menambahkan, sebanyak 125 pengemudi ojol yang beraktivitas di sekitar Kantor DPD di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, diundang dan hadir untuk makan bersama dan bergembira bersama.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Golkar DKI Jakarta, Jojo Wahab, mengungkapkan alasan di balik pemilihan format sederhana ini. Pihaknya mengaku menjalankan pesan langsung dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, agar seluruh perayaan HUT ke-62 dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan.

“Pesan dari Ketua Umum, lakukan dengan secara sederhana. Justru itu, pada akhirnya DPD Golkar DKI Jakarta itu memilih untuk merayakan ulang tahun ini dengan makan bersama, makan malam bersama ojek online,” jelas Jojo.

Jojo menyebut, pilihan mengundang ojol bukan tanpa alasan. Selama ini, hubungan antara pengurus DPD Golkar DKI dengan komunitas ojol sudah terjalin erat dalam aktivitas sehari-hari. Para pengemudi ojol kerap mangkal di sekitar area kantor, bahkan difasilitasi untuk beristirahat dan beribadah, termasuk menggunakan mushola untuk salat.

“Jadi dalam kesehari-hariannya memang kita bersentuhan erat sama ojek online,” tuturnya.

Dalam momen tasyakuran itu, Jojo juga melontarkan ajakan yang kemudian menjadi sorotan, yakni Gerakan Moral Bintang Lima dan Tip untuk Ojol. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi online, untuk selalu memberikan penilaian bintang lima dan memberikan tip, berapapun nilainya, setiap selesai menggunakan layanan ojol.

Menurutnya, gerakan kecil ini memiliki dampak besar bagi kesejahteraan pengemudi.

“Saya sendiri secara pribadi mengajak teman-teman membuat sebuah gerakan moral kecil lah, gerakan kecil ya kepada ojek online untuk, ‘Ayo selama kita menggunakan ojek online, kasih bintang lima dan kasih tip’,” kata Jojo.

“Karena itu mungkin bagi kita tuh kecil jumlahnya, tapi bagi mereka besar artinya,” lanjutnya.

Dengan konsep yang memadukan doa bersama, pemberdayaan PKL lokal, dan ajakan moral tersebut, DPD Golkar DKI Jakarta ingin menunjukkan bahwa perayaan ulang tahun partai tidak harus selalu identik dengan acara formal di dalam gedung.

Kepedulian bisa diwujudkan dengan duduk lesehan, makan bersama, dan saling menguatkan antara partai politik dengan rakyat kecil yang menjadi nadi kehidupan kota Jakarta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *