‘Hai Manusia, Kalian Wajib Berpegang dengan Ketaatan dan Jemaah, karena Sesungguhnya Jemaah Tali Allah ‘Azza wa Jalla’

PESAN HIKMAH:

Oleh: Munawir Kamaluddin, Dosen UIN Alauddin Makassar

يا أيها الناس عليكم بالطاعة و الجماعة
، فإنها حبل الله عز و جل الذي أمربه ، وما تكرهون في الجماعة خير مما تحبون في الفرقة

“Wahai manusia, kalian wajib berpegang dengan ketaatan dan jama’ah, karena sesungguhnya jama’ah adalah tali Allah ‘Azza wa Jalla yang Allah perintahkan untuk memegangnya. Perkara yang kalian benci di dalam jama’ah itu lebih baik dari pada perkara yang kalian cintai di dalam perpecahan.”

*( HR. Ibnu Masud)*

*SEMOGA BERMANFAAT*
*Munawir Kamaluddin*

*PENJELASAN PESAN HIKMAH( PPH):*

*1. يا أيها الناس” (Wahai manusia)*

Pesan Hikmah ini merupakan seruan yg ditujukan kepada seluruh umat manusia, menunjukkan bahwa ajaran ini memiliki relevansi universal yang melampaui batas-batas kelompok tertentu. Ini menegaskan pentingnya pesan yang akan disampaikan bagi seluruh manusia tanpa memandang latar belakang agama, suku, atau kebangsaan.

Pesan ini menggarisbawahi pentingnya melihat manusia sebagai satu kesatuan yang utuh. Dalam konteks ini, kita diajak untuk memahami bahwa kebersamaan dan ketaatan bukan hanya untuk kepentingan individu atau kelompok, tetapi untuk kemanusiaan secara keseluruhan.

Dengan menyeru kepada seluruh manusia, pesan ini menekankan bahwa prinsip-prinsip yang akan dijelaskan bersifat inklusif dan penting untuk diikuti oleh semua orang. Ini mengajarkan bahwa persatuan dan ketaatan kepada prinsip yang benar adalah hal yang harus dijaga oleh seluruh umat manusia.

*2. “عليكم بالطاعة والجماعة” Kalian wajib berpegang dengan ketaatan dan jama’ah)*

*Ketaatan (طاعة):* Ketaatan di sini merujuk kepada kepatuhan terhadap perintah Allah, hukum-hukum-Nya, dan kepemimpinan yang sah. Ini adalah fondasi dari kehidupan spiritual dan moral yang sehat, di mana individu tunduk kepada aturan yang lebih tinggi demi kebaikan bersama.

*Jama’ah (جماعة):* Jama’ah berarti komunitas atau kebersamaan. Dalam Islam, pentingnya jama’ah terletak pada kekuatan dan dukungan yang diberikan oleh kebersamaan tersebut. Jama’ah memberikan kerangka kerja untuk solidaritas, dukungan sosial, dan pemeliharaan nilai-nilai bersama.

*Ketaatan:* Ini mengacu pada kepatuhan individu terhadap prinsip dan nilai yang dijunjung tinggi oleh agama. Ketaatan mencakup mengikuti perintah Allah dan nabi-Nya serta menghormati kepemimpinan yang sah dalam komunitas.

*Jama’ah:* Menggambarkan pentingnya hidup dalam kesatuan dan kebersamaan, yang mencegah perpecahan dan konflik. Jama’ah berfungsi sebagai ikatan yang menyatukan individu dalam tujuan dan misi yang sama.

*Integrasi Ketaatan dan Solidaritas:* Ketaatan pribadi dan solidaritas sosial saling mendukung dan memperkuat satu sama lain. Dengan berpegang pada jama’ah, individu tidak hanya mengikuti ajaran agama tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan kolektif.

*3. فإنها حبل الله عز وجل الذي أمربه” (Karena sesungguhnya jama’ah adalah tali Allah ‘Azza wa Jalla yang Allah perintahkan untuk memegangnya)”*

*Tali Allah (حبل الله):* Metafora tali Allah mengisyaratkan bahwa persatuan dan kebersamaan adalah perintah langsung dari Allah. Tali ini melambangkan hubungan yang kuat dan kokoh antara manusia dan Tuhannya serta antar sesama manusia.

*Ketaatan Ilahi:* Berpegang pada jama’ah adalah manifestasi nyata dari ketaatan kepada perintah Allah. Ini menunjukkan bahwa menjaga kebersamaan dan persatuan adalah kewajiban religius yang mendatangkan keberkahan dan perlindungan dari Allah.

*Simbol Persatuan:*Tali Allah sebagai simbol persatuan menunjukkan bahwa keberadaan dalam jama’ah adalah bentuk nyata dari ketaatan kepada Allah. Ini menekankan bahwa persatuan adalah aspek fundamental dari ajaran Islam yang membawa keberkahan dan rahmat Ilahi.

*Perintah untuk Berpegang Teguh:* Allah memerintahkan umat-Nya untuk memegang tali-Nya, yang berarti tetap bersatu dalam jama’ah menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ini adalah ajakan untuk terus menjaga dan memperkuat ikatan kebersamaan demi mencapai tujuan bersama.

*4. “وما تكرهون في الجماعة خير مما تحبون في الفرقة” (Perkara yang kalian benci di dalam jama’ah itu lebih baik daripada perkara yang kalian cintai di dalam perpecahan)*

*Nilai Kesabaran dan Toleransi:*

Ketidaknyamanan yang mungkin timbul dalam jama’ah menuntut kesabaran dan toleransi. Ini mengajarkan bahwa kebersamaan dan persatuan sering kali memerlukan pengorbanan pribadi demi kebaikan kolektif.

*Konsekuensi Perpecahan:*

Kenikmatan atau kepuasan yang mungkin dirasakan dalam perpecahan adalah semu dan jangka pendek. Perpecahan membawa kelemahan dan kerentanan, baik secara spiritual maupun sosial.

*Prioritas Kebersamaan:*

Dalam konteks masyarakat, ini menggarisbawahi pentingnya mengatasi perbedaan dan ketidaknyamanan demi menjaga persatuan. Perpecahan mungkin menawarkan kenyamanan sementara tetapi merusak dalam jangka panjang.

*Pengorbanan untuk Kebaikan Bersama:*

Kesediaan untuk menerima dan menghadapi ketidaknyamanan dalam jama’ah menunjukkan komitmen terhadap tujuan bersama yang lebih besar daripada kepentingan.

*Konflik dalam Jama’ah:*

Konflik yang muncul dalam jama’ah mendorong individu untuk belajar beradaptasi, berkompromi, dan mengembangkan kesabaran. Ini adalah proses yang memperkuat ikatan dan memperdalam pemahaman antaranggota.

*Kenikmatan dalam Perpecahan:*

Kenikmatan yang mungkin dirasakan dalam perpecahan adalah ilusi yang akhirnya membawa isolasi, kelemahan, dan ketidakstabilan.

*Kesimpulan*

Hadits ini mengajarkan nilai-nilai fundamental tentang pentingnya ketaatan dan persatuan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Ketaatan kepada Allah dan pemimpin yang sah serta menjaga persatuan dalam jama’ah adalah perintah ilahi yang membawa kebaikan dan keberkahan. Ketidaknyamanan yang mungkin muncul dalam kebersamaan harus diterima dan diatasi dengan sikap sabar dan toleransi, karena menjaga persatuan adalah jauh lebih baik daripada merasakan kenyamanan dalam perpecahan yang merusak.

Dengan memahami pesan ini secara mendalam dan komprehensif, umat Islam diingatkan untuk terus berusaha memelihara ketaatan dan persatuan, mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, serta menjalankan kehidupan dengan penuh empati, solidaritas, dan komitmen terhadap ajaran Islam. Hadits ini menegaskan bahwa perjuangan untuk mempertahankan jama’ah adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan dan kedamaian dalam masyarakat. Melalui ketaatan dan persatuan, umat Islam dapat menghadapi tantangan bersama, memperkuat ikatan sosial, dan mencapai tujuan bersama dalam kehidupan dunia dan akhirat.????

*SEMOGA BERMANFAT*
*Munawir Kamaluddin*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.