BALANGAN – BELA RAKYAT – Anggota DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, meminta Kapolres Balangan beserta jajarannya untuk serius memperkuat pemberantasan narkoba. Ia mendorong jajaran Polres Balangan meneladani ketegasan aparat dalam mengungkap kasus penyelundupan narkotika berskala besar, termasuk pengungkapan sekitar satu ton ketamine yang ditemukan tersembunyi di dalam puluhan karung berwarna kuning di sebuah kapal tanker.
Pesan tersebut disampaikan Habib Aboe saat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) reses ke Polres Balangan, Jumat (23/10). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba harus menjadi salah satu prioritas utama kepolisian, sejalan dengan program Quick Wins Kapolri pada 100 hari pertama.
“Program Quick Wins Kapolri harus menjadi perhatian serius seluruh jajaran kepolisian, termasuk para kapolres di daerah. Salah satu fokus pentingnya adalah pemberantasan narkoba. Karena itu, saya meminta Kapolres Balangan memastikan bahwa agenda ini benar-benar diterjemahkan menjadi langkah nyata, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba,” ujar Habib Aboe.
Ia mengapresiasi keberhasilan aparat mengungkap penyelundupan ketamine dalam jumlah besar. Menurutnya, pengungkapan sekitar satu ton ketamine yang disembunyikan dalam puluhan karung berwarna kuning di dalam kapal tanker menunjukkan pentingnya ketelitian, kemampuan investigasi, dan koordinasi antarlembaga dalam membongkar kejahatan narkotika.
“Saya mengapresiasi ketegasan dan kerja keras aparat dalam mengungkap penyelundupan ketamine dalam jumlah besar tersebut. Ini menjadi contoh bahwa jaringan narkoba harus dihadapi dengan keseriusan, kecermatan, dan keberanian. Saya berharap semangat seperti ini juga menjadi inspirasi bagi Polres Balangan dalam memberantas narkoba di wilayahnya,” tegas anghota Komisi III DPR RI tersebut.
Habib Aboe mengingatkan bahwa ancaman narkoba tidak boleh dipandang sebelah mata. Peredaran gelap narkotika dapat merusak generasi muda, mengganggu ketahanan keluarga, serta menimbulkan persoalan sosial yang lebih luas. Oleh sebab itu, kepolisian perlu bekerja secara konsisten, tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga membongkar jaringan pemasok dan distribusinya.
Ia juga menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh kepolisian secara sendiri-sendiri. Kapolres perlu membangun koordinasi yang kuat dengan berbagai institusi yang memiliki kewenangan dan sumber daya pendukung.
“Kapolres harus membangun kerja sama dengan institusi lain. Pemberantasan narkoba ini membutuhkan kolaborasi, karena jaringan peredarannya bisa melintasi wilayah dan melibatkan banyak pihak. Jangan bekerja sendiri-sendiri. Perkuat sinergi dengan BNN, Bea Cukai, TNI, dan seluruh unsur terkait agar penanganannya lebih efektif,” ungkap anggota DPR RI Dapil Kalsel 1 tersebut.
Sebagai contoh, Habib Aboe menyoroti pentingnya operasi gabungan berskala besar seperti yang dilakukan aparat di Belawan. Dalam operasi semacam itu, sinergi Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, Polair Baharkam Polri, hingga Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menjadi faktor penting dalam memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap jaringan penyelundupan narkotika.
Menurutnya, pola kolaborasi tersebut perlu menjadi referensi bagi jajaran kepolisian di daerah dengan menyesuaikan karakteristik wilayah dan potensi ancaman yang dihadapi. Koordinasi lintas institusi dapat memperkuat pertukaran informasi, pengawasan jalur distribusi, serta efektivitas penindakan.
“Keberhasilan operasi gabungan menunjukkan bahwa sinergi adalah kunci. Saya minta Polres Balangan aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan BNN, pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait lainnya. Petakan jalur yang rawan, perkuat deteksi dini, dan tindak tegas setiap pelanggaran sesuai hukum,” tambahnya.
Habib Aboe berharap komitmen pemberantasan narkoba di Balangan dapat dijalankan secara berkelanjutan dan terukur. Ia menegaskan, keberhasilan tidak hanya dilihat dari jumlah penangkapan, tetapi juga dari kemampuan aparat memutus jaringan peredaran, mencegah masuknya narkoba, serta melindungi masyarakat dari dampak buruk penyalahgunaan narkotika.
“Pesan saya sederhana: jadikan pemberantasan narkoba sebagai prioritas, bangun sinergi, dan bertindak tegas sesuai aturan. Kita ingin masyarakat Balangan merasa aman dan generasi mudanya terlindungi dari ancaman narkoba,” pungkas Habib Aboe.






