Type to search

Hukum

DPP KNPI Desak Polri Tuntaskan Kasus Pencemaran Nama Baik Ferdinan Hutahaean dan Rudi S Kamri kepada JK

Share

JAKARTA – Ketua Bidang di DPP KNPI Wahyu Hamdani angkat suara terkait maraknya fitnah atau berita hoax yang beredar di media sosial (Medsos) dan media cetak  merujukan kepada Wakil Presiden 2004-2009 / 2014-2019 Jusuf Kalla (JK). Di mana dalam berita fitnah itu menyebutkan secara metafora menyebutan Chaplin, JK sebagai dalang atas kisruh bangsa Indonesia akhir-akhir ini.

Alasan itu, Wahyu mewakili pengurus DPP KNPI mendesak Polri dan penegak hukum memproses fitnah keji tersebut. Mengingat JK adalah guru bangsa sekaligus banyak jasanya bagi keutuhan negeri ini

゛Saya meminta Polri untuk segera memproses (kasus ini) demi keutuhan bangsa dan negara. Tidak elok guru bangsa sekelas Pak JK diperlakukan demikian,゛kata Wahyu pada wartawan Bela Rakyat, Ahad (6/12/2020).

Sebagai informasi sebelumna, politisi Partai Demokrat  Ferdinand Hutahaean dan orang dekat istana Rudi S. Kamri telah dilaporkan oleh putri Jusuf Kalla Muswira Kalla ke Bareskrim Polri. Ira melaporkan Ferdinand dan Rudi terkait unggahan tulisan di medsos yang dinilai telah menyinggung Jusuf Kalla yang disebutnya Chaplin.

Ira menyebut alasan dirinya membuat laporan tersebut untuk mendapatkan perlindungan hukum atas pencemaran nama baik ayahnya tercinta. Di mana laporannya telah terdaftar dengan nomor ST/407/XII/2020/Bareskrim Rabu,  tertanggal 2 Desember 2020 lalu.

Di mana dalam laporan itu, pihak Ira melampirkan sejumlah bukti berupa tangkapan layar unggahan Ferdinand dan Rudi dari medsos seperti Twitter, YouTube hingga Facebook.

゛Fitnah Ferdinan dan Rudi itu tak mendasar. Masa sekelas Pak Jusuf Kalla yang menjadi Ketua DMI dan PMI, di mana beliau telah mewakafkan dirinya untuk kemanusiaan, malah difitnah tanpa dasar yang jelas,゛tegas Wahyu.

Selain itu, lanjut Wahyu, tuduhan yang dilayangkan ke JK tersebut tanpa adanya bukti-bukti yang kuat seperti membawa uang sekopor ke Arab Saudi. Bagi Wahyu, upaya Ferdinan dan Rudi itu adalah  pembunuhan karakter dan dapat memecah belah bangsa di tengah pandemi.

゛Masa kedua orang itu tega memfitnah tokoh bangsam bahkan Pak Jusuf Kalla tokoh perdamaian dunia. Di mana ditaro muka bangsa ini?゛tanya Wahyu.

Untuk itu, Wahyu sekali lagi meminta aparat kepolisian dan penegak hukum menyelesaikan kasus tersebut. Jika hal tersebut dibiarkan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia.

゛Aparat hukum harus segera menyelesaikan fitnah dan berita hoax yang merugikan masyarakat. Kami juga mengajak anda semua untuk mendukung proses hukum berjalan atas pencemaran nama baik Bapak Jusuf Kalla segara ditindaklanjuti,゛pungkasnya. (HMS)

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *