Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI, PKS, Kalimantan Srlatan I
Mengapa Hati Menjadi Resah?
Resah, gelisah, bosan, takut, sedih dan putus asa adalah fitrah manusia. Dalam Al-Qur’an
Allah SWT berfirman: “Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Rasulullah SAW tidak mengajarkan kita untuk menghilangkan masalah, tapi mengajarkan cara menguatkan hati saat masalah datang. Kuncinya adalah Dzikir dan Doa – sebagai bentuk pengakuan atas kelemahan diri dan kepasrahan total kepada Allah SWT.
Berikut adalah 7 senjata dzikir yang diajarkan Rasulullah untuk 7 kondisi jiwa yang berbeda:
1. SAAT BOSAN DAN MERASA TAK BERDAYA
Dzikirnya:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
La haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim
Artinya: “Tidak ada daya untuk menghindar dari maksiat dan tidak ada kekuatan untuk melakukan ibadah kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”
Makna Mendalam:
Kalimat ini disebut Kanzun min kunuzil Jannah – harta karun dari surga (HR. Bukhari & Muslim). Saat bosan, jenuh dengan rutinitas, merasa stuck dan tidak produktif, hakikatnya kita sedang merasa bahwa usaha kita sia-sia.
Dengan mengucapkan dzikir ini, kita meruntuhkan ego. Kita mengakui bahwa kita ini lemah. Kita tidak bisa mengubah keadaan sendiri. Gerak, nafas, ide, dan semangat itu semua dari Allah. Ketika kita menyerahkan “setir” kehidupan kepada Allah, beban di pundak kita terasa ringan.
Cara Mengamalkan: Baca 100x setiap pagi setelah Subuh, atau setiap kali rasa bosan dan malas itu datang. Resapi artinya, bukan hanya di lisan.
2. SAAT HIDUP TERASA SULIT DAN SEMPIT
Dzikirnya:
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Hasbunallah wa ni’mal wakil
Artinya: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”
Makna Mendalam:
Ini adalah dzikirnya Nabi Ibrahim AS saat akan dibakar oleh Raja Namrud, dan dzikirnya para Sahabat saat diancam pasukan musuh yang besar (QS. Ali Imran: 173).
Maknanya adalah tawakkal total setelah ikhtiar maksimal. Kita sudah berusaha mencari kerja, berobat, menyelesaikan masalah, tapi hasilnya belum ada. Maka kita katakan: “Ya Allah, aku sudah berusaha, selanjutnya aku serahkan pada-Mu. Engkau saja cukup bagiku.”
Kalimat ini menumbuhkan rasa aman yang luar biasa. Jika Allah sudah menjadi wakil kita, siapa yang bisa mengalahkan kita?
Cara Mengamalkan: Baca 450x saat menghadapi masalah berat, atau minimal 70x setiap selesai shalat fardhu.
3. SAAT SEDIH YANG MENDALAM
Dzikirnya:
حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Hasbiyallahu la ilaha illa huwa rabbul ‘arsyil ‘azim
Artinya: “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.”
Makna Mendalam:
Jika Hasbunallah adalah untuk urusan luar, maka Hasbiyallah adalah untuk kesedihan di dalam hati. Duka karena kehilangan, dikecewakan, dikhianati, atau rindu yang tidak sampai.
Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa membaca ini 7x pagi dan sore, maka Allah akan mencukupkan apa yang menjadi kesedihannya (HR. Abu Dawud).
Makna Rabbul ‘Arsyil ‘Azim – Tuhan pemilik Arsy yang agung, mengingatkan kita bahwa masalah kita yang terasa besar itu sangat kecil dibandingkan kebesaran Arsy Allah. Jika Allah mampu mengatur Arsy yang luar biasa besar, tentu Allah mampu mengatur kesedihan kecil di hati kita.
4. SAAT TAKUT DAN WAS-WAS
Dzikirnya:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A’udzu billahi minasy-syaithanir rajiim
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
Makna Mendalam:
Rasa takut yang berlebihan, takut masa depan, takut miskin, takut tidak diterima, takut gagal – seringkali adalah bisikan setan. Setan ingin kita takut kepada makhluk, agar kita lupa kepada Allah.
Ta’awudz adalah benteng pertama. Sebelum membaca Al-Qur’an pun kita diperintahkan untuk berta’awudz. Dengan kalimat ini kita masuk ke dalam benteng perlindungan Allah. Kita mengatakan: “Ya Allah, aku tidak sanggup melawan rasa takut ini sendiri, aku masuk ke dalam perlindungan-Mu.”
Cara Mengamalkan: Baca setiap kali hati berdebar karena takut, sebelum tidur, dan ketika masuk ke tempat yang membuat takut.
5. SAAT GELISAH, CEMAS DAN OVERTHINKING
Dzikirnya (Doa Lengkap):
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan, wal ‘ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubn, wa dhala’id daini wa ghalabatir rijal.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan gelisah, dari lemah dan malas, dari kikir dan penakut, dari lilitan hutang dan tekanan manusia.”
Makna Mendalam:
Ini adalah doa master yang diajarkan Rasulullah kepada Abu Umamah yang sedang banyak hutang dan gelisah. Perhatikan betapa indahnya:
• Al-Hammu: Gelisah akan masa depan (anxiety)
• Al-Hazan: Sedih akan masa lalu (depresi)
Rasulullah menggabungkan keduanya, karena kegelisahan manusia memang berkisar pada dua waktu itu.
Kita gelisah memikirkan yang belum terjadi, dan sedih menyesali yang sudah terjadi. Doa ini memohon agar hati kita ditarik kembali ke masa kini, untuk fokus beribadah.
6. SAAT PUTUS ASA DAN MERASA GAGAL TOTAL
Dzikirnya (Doa Nabi Yunus):
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimin
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Makna Mendalam:
Ini adalah doa di dalam 3 kegelapan: gelapnya malam, gelapnya lautan, dan gelapnya perut ikan. Saat Nabi Yunus AS benar-benar tidak ada lagi harapan dari sisi manusia.
Allah berfirman: “Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiya: 88)
Rumus doa ini ada 3:
1. Tauhid: La ilaha illa anta (Mengakui hanya Allah yang bisa menolong)
2. Tasbih: Subhanaka (Menyucikan Allah dari prasangka buruk kita)
3. Pengakuan Dosa: Inni kuntu minadz dzalimin (Mengakui bahwa kesulitan ini mungkin karena dosa kita sendiri)
Ketika kita putus asa, jangan salahkan Allah, tapi akui kelemahan diri. Disitulah pertolongan Allah akan datang.
Cara Mengamalkan: Baca sebanyak-banyaknya saat terpuruk. Rasulullah bersabda tidaklah seorang muslim berdoa dengannya untuk urusan apapun, kecuali Allah akan mengabulkannya (HR. Tirmidzi).
7. SAAT HATI LEMAH, LELAH DAN INGIN MENYERAH
Dzikirnya:
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ
Ya Hayyu Ya Qayyum, birahmatika astaghits
Artinya: “Wahai Zat yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.”
Makna Mendalam:
Ini adalah dzikir andalan Rasulullah SAW saat menghadapi masalah besar. Menurut Ibnul Qayyim, Al-Hayyu dan Al-Qayyum adalah Ismul A’zham – nama Allah yang paling agung.
• Ya Hayyu: Allah Maha Hidup, tidak pernah mati, tidak pernah tidur. Saat kita lelah, Allah tetap terjaga mengurus kita.
• Ya Qayyum: Allah Maha Berdiri Sendiri dan menegakkan semua makhluk. Kita yang lemah ini ditegakkan oleh Allah.
Kita memanggil Allah bukan dengan amal kita, tapi dengan rahmat-Nya. Karena kita tahu amal kita tidak cukup. “Birahmatika astaghits” – dengan rahmat-Mu aku meraung memohon pertolongan. Ini adalah bahasa hamba yang benar-benar lemah dan butuh.
WAKTU & ADAB MENGAMALKAN AGAR HATI TENANG
1. Istiqomah, Bukan Banyaknya: Lebih baik 100x setiap hari daripada 1000x tapi hanya seminggu sekali.
2. Waktu Mustajab: Sepertiga malam terakhir (Tahajjud), antara adzan dan iqamah, setelah shalat fardhu, dan saat hujan turun.
3. Hadirkan Hati: Jangan hanya lisan yang bergerak. Pahami artinya, bayangkan Allah sedang mendengarkan.
4. Mulai dengan Istighfar: Bersihkan dulu wadahnya sebelum diisi. Istighfar 3x sebelum berdzikir.
5. Yakin Akan Dikabulkan: Allah sesuai prasangka hamba-Nya.
Rutinitas Harian yang Disarankan:
• Pagi (Setelah Subuh): Hasbiyallahu 7x + La haula 100x + Ya Hayyu Ya Qayyum 40x
• Siang (Saat Gelisah): Hasbunallah wa ni’mal wakil sebanyaknya + Ta’awudz
• Malam (Sebelum Tidur): Doa Nabi Yunus 100x + Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan.
Penutup
Saudaraku, resah dan gelisah bukanlah tanda Allah membenci kita. Justru itu adalah cara Allah memanggil kita untuk kembali. Hati yang resah adalah hati yang rindu untuk bersandar kepada Pemiliknya.
Jangan biarkan hati berlama-lama dalam kegelisahan. Segera wudhu, bentangkan sajadah, dan adukan semua kepada Allah dengan dzikir-dzikir di atas.
Amalkan setiap hari, insya Allah hati jadi tenang dan hidup lebih menentramkan karena ada Allah. Wallahualam Bishowab.
Semoga artikel ini bermanfaat. Mari kita sebarkan agar menjadi amal jariyah.





