JAKARTA – BELA RAKYAT – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa menaruh harapan besar kepada Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) yang baru dilantik, Komjen Dedi Prasetyo.
Agun meminta Dedi segera menjadikan penyelesaian konflik agraria yang merugikan rakyat sebagai agenda prioritas.
Ucapan selamat itu disampaikan Agun menyusul pelantikan Dedi Prasetyo sebagai Kepala BRAN pada Kamis, 1 Oktober 2026, dalam rangkaian reshuffle pejabat negara.
“Selamat dan sukses, semoga amanah dalam menjalankan tugas jabatan baru,” ujar Agun dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/10/2026).
Politisi Fraksi Partai Golkar itu menekankan, langkah pertama yang harus dilakukan BRAN adalah pendataan menyeluruh. Menurutnya, pemerintah perlu inventarisasi konflik agar bisa memilah mana kasus yang mendesak dan bersentuhan langsung dengan hak penguasaan lahan masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja lintas sektor. Agun menilai, persoalan pertanahan di Indonesia sangat kompleks karena sering bersinggungan dengan kawasan hutan, wilayah pesisir dan perairan, hingga aset milik negara, BUMN, dan BUMD.
Karena itu, penyelesaian tidak bisa dilakukan satu lembaga saja.
“Kedepankan semangat kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan atau lembaga pemerintah lainnya dalam penyelesaian setiap masalah pertanahan yang ada maupun perencanaan peruntukan Reforma Agraria untuk rakyat,” tegasnya.
Agun menambahkan, penguatan kelembagaan BRAN menjadi kunci. BRAN harus mampu menjadi koordinator antar kementerian/lembaga, baik dalam menentukan lokasi prioritas reforma agraria maupun dalam verifikasi objek dan subjek penerima manfaat, agar program benar-benar dirasakan masyarakat.






