Sekjen AMPI dalam Leadership Talkshow: Sekretariat Jantung Organisasi, Sekjen adalah Eksekutor

JAKARTA – BELA RAKYAT – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) Robi Anugrah Marpaung menyampaikan pesan penting nan mendalam mengenai tata kelola organisasi dan masa depan AMPI dalam acara Leadership Talkshow & Panel Session bertajuk “Make Over AMPI; Belajar dari Masa Lalu, Menjawab Hari Ini, Menyiapkan AMPI 5 Tahun ke Depan”. Kegiatan itu dalam rangka Rapimnas AMPI 27-28 September 2026.

Dalam forum yang berlangsung di Hotel Sahid, Jakarta tersebut, Robi Marpaung menekankan dua hal fundamental yang menjadi kunci soliditas organisasi selama masa kepemimpinannya sebagai Sekjen. Kegiatan itu dihadiri pula Ketua Umum DPP AMPI Jerry Sambuaga dan Caketum AMPI Zigo Yolanda.

Bacaan Lainnya

Pesan pertama, terkait etika komunikasi organisasi. Ia mengingatkan agar setiap persoalan internal diselesaikan secara elegan di level pimpinan.

“Maka organisasi, komunikasi itu diselesaikan di antara pimpinan. Jangan sampai meluas ke tingkat organisasi. Itu pesan saya,” tegas Robi dalam Video 1 yang beredar.

Pesan kedua yang ia sebut sebagai hal yang utama adalah perhatian terhadap sekretariat. Menurutnya, sekretariat adalah jantung organisasi.

“Perhatikan yang terdekat. Berdekatan apa? Sekretariat. Sekretariat ini jantungnya organisasi. Karena selama saya jadi Sekjen, yang melayani kawan-kawan itu sekretariat. Bagian administrasi dan lain-lain, berhubungan dengan sekretariat. Kalau sekretariat kita sejahtera, aman, insyaallah kantor itu aman. Sehingga kita bisa menjadikan organisasi, sekretariat itu rumah kedua. Kawan-kawan nyaman di kantor,” ujarnya.

Pernyataan tersebut diamini oleh peserta panel yang menyebut pesan tersebut penting dan menyentuh, mengingat sekretariat memang menjadi pusat denyut aktivitas organisasi.

Pada sesi berikutnya, Robi Marpaung berbagi refleksi pengalamannya selama menjabat Sekjen, terutama dalam menjembatani kepentingan daerah dan pusat.

Menurutnya, dinamika organisasi tidak lepas dari benturan harapan. Namun, kunci untuk menjaga kaderisasi tetap berjalan adalah program.

“Pengalaman saya ya selama jadi Sekjen, dari daerah… Karena mempertemukan satu kepentingan dari daerah dengan pusat. Kalau program itu banyak, insyaallah kaderisasi berjalan. Daerah itu menunggu program dari pusat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pembagian peran yang ideal antara Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal. Jika Ketua Umum bersifat pengambil kebijakan, maka Sekjen adalah eksekutor yang bekerja di lapangan.

“Penting juga Sekjen. Sekjen itu mempertemukan di daerah dan di pusat. Harus, karena Ketum itu sifatnya kebijakan. Jangan terlalu seperti Sekjen. Ketum itu menunggu kebijakan-kebijakan yang dieksekusi. Yang mengeksekusi dan yang ketemu itu Sekjen yang eksekusi,” paparnya.

Dengan gaya khasnya yang blak-blakan, Robi yang mengaku sebagai orang Medan, menyampaikan harapan besar kepada kepemimpinan AMPI selanjutnya.

Ia berharap kepemimpinan baru di bawah Ketua Umum dapat memberikan harapan bagi DPP maupun daerah, dan mampu menggerakkan kembali militansi kader di seluruh Indonesia.

“Karena saya selama berjalan di daerah itu, kawan-kawan ini semuanya cinta sama AMPI. Tapi enggak tahu menggerakkannya gimana. Cinta saja sama AMPI, tapi tidak tahu menggerakkannya gimana. Saya berharap Ketum AMPI ada, jadi dia bisa menggerakkan daerah-daerah AMPI itu bergerak. Disulut, tanpa diperintah. Bergerak api dengan hati. Saya menyaksikan sendiri disulut, apinya dari seluruh kabupaten/kota bergerak tanpa diperintah,” pungkasnya.

Di akhir pesannya, Robi Marpaung menitipkan api semangat dan harapan dari kawan-kawan daerah kepada kepengurusan DPP AMPI ke depan, agar transformasi atau “Make Over AMPI” tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar menjawab tantangan hari ini dan menyiapkan AMPI untuk lima tahun ke depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *