Jakarta Timur — Pimpinan Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) Jakarta Timur resmi menyelenggarakan kegiatan Pelantikan dan Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) VIII sebagai momentum awal kepengurusan periode 2026–2027. Kegiatan ini menjadi titik tolak konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah gerak intelektual kader dalam menjawab tantangan zaman.
Pelantikan kepengurusan baru dipimpin oleh Ketua Umum terpilih, M. Daffa Alfajri, bersama jajaran struktural yang telah ditetapkan. Dalam susunan kepengurusan tersebut, turut dilantik Annurrofiq sebagai Sekretaris dan M. Ridlo Ghazil sebagai Bendahara, serta para ketua bidang yang akan menggerakkan roda organisasi di berbagai sektor strategis, mulai dari kaderisasi, organisasi, riset dan teknologi, komunikasi dan informasi, hingga politik kebijakan publik.
Dalam sambutannya, Ketua Umum menegaskan bahwa tema yang diusung, “Transformasi Kaderisasi Menuju Organisasi Intelektual yang Progresif”, bukan sekadar slogan, melainkan sebuah komitmen ideologis dan praksis. Transformasi kaderisasi dimaknai sebagai upaya membangun kualitas kader yang tidak hanya loyal secara struktural, tetapi juga memiliki kedalaman intelektual, ketajaman analisis, serta keberanian dalam merespons realitas sosial secara kritis dan konstruktif.
Musyawarah Kerja Daerah VIII menjadi forum strategis untuk merumuskan program kerja yang berorientasi pada penguatan kapasitas kader, pengembangan tradisi intelektual, serta optimalisasi peran organisasi dalam ruang publik. Agenda ini juga menjadi ruang dialektika gagasan antar kader untuk menyusun langkah konkret dalam mewujudkan organisasi yang adaptif, progresif, dan relevan dengan dinamika masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh kader HIMA PERSIS Jakarta Timur, perwakilan pengurus wilayah, serta berbagai elemen mahasiswa yang turut memberikan dukungan terhadap keberlangsungan gerakan intelektual di lingkungan kampus dan masyarakat.
Dengan terlaksananya Pelantikan dan Muskerda VIII ini, diharapkan HIMA PERSIS Jakarta Timur mampu menjadi wadah pembinaan kader yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga unggul dalam intelektualitas dan kontribusi nyata. Organisasi ini diharapkan terus bergerak sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda yang berintegritas, berpikir kritis, dan berorientasi pada perubahan sosial yang berkeadilan.

