Sri Meliyana: Diperlukan Persatuan Nasional Yang Kokoh Guna Menghadapi Tantangan dan Dinamika Global Saat ini

Lahat – Hari ke hari eskalasi konflik perang yang terjadi di kawasan timur tengah semakin meningkat dan tidak menentu serta tidak diketahui kepastian kapan dan dimana akan berakhirnya konflik bersenjata yang semakin meningkat tersebut, tidak saja menimbulkan dampak dan ketegangan di negara – negara timur tengah, namun juga menimbulkan gejolak di berbagai negara belahan dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Saat ini, bayang – bayang hentakan ekonomi dan fiskal semakin menguat, meskipun daya beli masyarakat dan stabilitas politik, pemerintahan (dalam negeri) serta aspek moneter masih dapat terjaga. Tentu, perlu dukungan semua element sebagai sebuah gerakan kolektif kebangsaan untuk memperkuat pondasi berbangsa dan bernegara dalam menghadapi dinamika global yang semakin memuncak.

Rasanya, persatuan dan soliditas nasional harus digalakan dengan semangat yang lebih menggelora, dan dalam koridor memperkuat serta mendukung pemerintahan dalam mengambil setiap kebijakan/keputusan. Karenanya, Persatuan Nasional sebagai salah satu essenai tiang/pilar berbangsa dan bernegara harus menjadi pedoman bagi setiap element masyarakat.

Hal demikianlah yang menjadi salah satu point penting, sebagaimana disampaikan oleh Ir. Sri Meliyana, Anggota MPR RI Fraksi Gerindra Dapil Sumatera Selatan II, dalam sosialisasi kebangsaan yang diselenggarakan di Hotel Cendrawasih Lahat, pada Jum’at (13/03/2026).

“Ingat, kondisi geopolitik global saat ini berada dalam ketidakpastian, akibat konflik perang yang terjadi di negara timur tengah, antara Iran vs Israel dan AS. Karenanya dalam konteks stabilitas dalam negeri, kita harus memperkuat pondasi kebangsaan, dengan meningkatkan nilai persatuan dan kesatuan nasional” ujar Meli.

“Tentu, kita berharap perang yang terjadi akan segera berakhir dengan damai, namun jikalau tidak, kita sebagai bangsa harus juga siap dan kuat dalam menghadapi berbagai kemungkinan. Dengan bersatu kita kuat sekaligus siap menghadapi dinamika tersebut” pungkasnya.

Kemudian, ia juga menekankan agar peserta yang banyak berasal dari kalangan generasi muda, kiranya dapat bijak dalam bersikap dan berbuat, khususnya dalam platform dunia digital atau sosial media, jangan malah sebaliknya.

“Pesan yg terkhusus untuk para anak – anak muda yang intens dengan aktivitas sosial media, agar dalam suasana distabilitas seperti ini untuk dapat bijak dan pandai dalam bersosial media, jangan justru memecah belah ataupun menyebarluaskan informasi yang tidak sesuai faktanya” tutup Meli.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *