JAKARTA – Wabendum PB HMI Kamal Nyarrang merespon opini yang dilontarkan Sekjend PB PMII Ikram Thamrin terkait narasi yang disampaikan terhadap penolakan pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan yang dipimpin Fadel Muhammad Tauphan Anshar oleh Ketua Umum DPP KNPI, Ryano Panjaitan.
Sekjend PB PMII Ikram Thamrin menilai pelantikan tersebut bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi serta mencederai semangat keberhimpunan pemuda dengan alasan status kepengurusan Ketua Umum Ryano Panjaitan telah lewat.
Kamal Nyarrang selaku Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode 2024-2026 dan juga putra Sulsel ini merespon hal tersebut.
“Apa yang telah dilontarkan oleh saudara Ikram Thamrin selaku Sekjend PB PMII tidak berdasar dan sangat tidak paham dengan konstitusi berlembaga dengan mengatakan Ketua Umum Ryano Panjaitan inkonstitusional dalam melantik Fadel Taufan selaku Ketua DPD KNPI Sulsel,” kata Kamal Nyarrang dalam keterangannya, Kamis (12/3/26).
Menurut Kamal Nyarrang, apa yang telah disampaikan saudara Ikram Thamrin sangat keliru dan seakan tidak paham dengan konstitusi berlembaga. Pelantikan yang dilakukan oleh Ketua Umum DPP KNPI Ryano Panjaitan terhadap Fadel Taufan sah secara konstitusi. Sebab selama kepengurusan Ketum Ryano Panjaitan DPP KNPI belum pernah melakukan Kongres ataupun pergantian Ketua Umum maupun kudeta terhadap Ketua Umum yang sah.
“Artinya pelantikan DPD KNPI Sulsel di bawah kepemimpinan Fadel Taufan itu sah secara konstitusi. Dan narasi yang dibangun oleh saudara Ikram Thamrin sangat sesat dan tidak berdasar,” tegasnya.
Sebab, lanjutnya, mulai dibukanya Musda KNPI Sulsel sampai terpilihnya Ketum Fadel Taufan telah dibuka oleh Ketua Umum DPP KNPI Ryano Panjaitan dan dihadiri Sekjend Almanzo Bonara beserta beberapa Waketum pengurus DPP KNPI organisasi Cipayung dan organisasi lainnya menyaksikan proses pembukaan Musda tersebut.
Selain itu, Kamal Nyarrang juga mengatakan bahwa dinamika yang terjadi di tubuh KNPI Sulsel merupakan ujian kedewasaan berpolitik yang harus diterima semua pihak, khususnya kepada kelompok yang kalah. “Seharusnya, kelompok manapun harus menerima hasil konstitusional yang sah secara organisasi dan bersama-sama membangun DPD KNPI sulsel di bawah kepemimpinan Fadel Taufan,” pungkasnya.






