BEKASI ~ Semangat kepedulian dan persaudaraan kembali menggema di Kabupaten Bekasi. Pada hari ke-18 bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim yang berlangsung khidmat di Aula RS Karya Medika II Kompas, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Kegiatan yang mengusung tema “Berbagi Berkah di Bulan Ramadhan untuk Meraih Cinta Ilahi” tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus sosial untuk memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Acara ini terselenggara atas sinergi berbagai pihak, di antaranya dukungan dari Baznas Kabupaten Bekasi, Rumah Zakat, serta RS Karya Medika II yang berada di bawah lisensi PT. Adhi Farma Adyajaya Medika Bekasi. Kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa nilai gotong royong yang menjadi ruh bangsa Indonesia terus hidup dan berkembang dalam bingkai kebersamaan, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh rahmat dan keberkahan.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh kehangatan dengan dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Siti Aminah, S.Pd.I., MM., yang menghidupkan suasana dengan nuansa religius dan penuh keakraban. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan dikoordinir langsung oleh Ketua Panitia, Bunda Nua Asiah Jamil, S.Pd.I., yang bersama jajaran panitia menghadirkan rangkaian acara mulai dari tausiyah, santunan kepada 100 anak yatim, hingga doa bersama menjelang waktu berbuka puasa.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya PLT Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi, Hj. Nia Yuniawati Asep Surya, SKM., Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, H. Aminullah, S.E., serta Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi, Hj. Titin Fatimah, S.H., M.Si. Kehadiran para tokoh tersebut menandakan dukungan kuat pemerintah daerah dan lembaga sosial terhadap gerakan kepedulian yang digagas oleh organisasi perempuan di Kabupaten Bekasi.
Sebagai Keynote Speaker, Endah Susilowati, M.Pd., C.Ht., menyampaikan pesan inspiratif yang menggugah hati seluruh hadirin. Ia mengatakan bahwa bulan Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, melainkan ruang kontemplasi untuk menumbuhkan empati sosial dan kepedulian terhadap sesama manusia.
“Ramadhan adalah madrasah kehidupan yang mengajarkan kita tentang kesabaran, keikhlasan, dan cinta kasih. Ketika kita berbagi dengan anak-anak yatim dan mereka yang membutuhkan, sesungguhnya kita sedang menanam benih keberkahan yang kelak akan tumbuh menjadi kemuliaan bagi diri, keluarga, dan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bekasi, Hj. Retno Rayung Wulan, S.E., kepada awak media menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian organisasi perempuan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim ini, kami ingin meneguhkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian sosial dan memperkuat nilai kemanusiaan. Semangat berbagi ini sejalan dengan amanat konstitusi dan nilai-nilai luhur bangsa yang menempatkan kesejahteraan sosial sebagai tanggung jawab bersama,” ungkapnya, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pasal 34 yang menegaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Selain itu, nilai kepedulian terhadap anak yatim juga selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang menegaskan pentingnya perlindungan, pemeliharaan, dan pemenuhan hak anak sebagai bagian dari tanggung jawab bersama antara negara, masyarakat, dan keluarga.
Menjelang adzan Maghrib, suasana aula dipenuhi doa dan harapan. Senyum anak-anak yatim yang menerima santunan menjadi potret keindahan kemanusiaan yang tak ternilai. Di bulan yang suci ini, GOW Kabupaten Bekasi tidak hanya menyelenggarakan sebuah acara seremonial, melainkan menghadirkan pesan moral bahwa kepedulian sosial adalah cahaya peradaban. Dari Tambun Selatan, semangat berbagi itu bergema, mengajarkan bahwa dalam setiap uluran tangan, tersimpan harapan besar untuk meraih cinta Ilahi dan membangun masa depan bangsa yang lebih berkeadaban.
(CP/red)






