HNW Desak OKI Gelar KTT Luar Biasa, Respons Penutupan Masjid Al Aqsha oleh Israel

HNW Hidayat Nur Wahid

JAKARTA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid (HNW) menyampaikan kecaman keras atas penutupan Masjid Al Aqsha yang disebut telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Ia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kebebasan beribadah umat Islam, terlebih terjadi di bulan Ramadan.

Menurut HNW, penutupan total itu menyebabkan umat Islam tidak dapat menunaikan shalat wajib maupun tarawih di dalam kompleks masjid yang merupakan kiblat pertama umat Islam. Ia merujuk pada pernyataan Imam dan Khatib Masjid Al Aqsha, Syaikh Ikrimah Shabir, serta sikap terbuka sejumlah ulama Palestina yang mengabarkan situasi tersebut kepada dunia internasional.

HNW menilai, situasi ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya eskalasi konflik di kawasan, termasuk memanasnya ketegangan antara Israel dan Iran yang turut melibatkan Amerika Serikat. Ia mengingatkan agar perhatian dunia Islam tidak teralihkan dari persoalan Al Aqsha.

“Penutupan Masjid Al Aqsha selama tiga hari berturut-turut di bulan Ramadan adalah tragedi dan preseden buruk. Dunia Islam, khususnya negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), harus segera mengambil langkah konkret,” ujar HNW dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3).

Ia menegaskan bahwa pembelaan terhadap Masjid Al Aqsha dan perjuangan kemerdekaan Palestina merupakan latar belakang historis berdirinya OKI. Karena itu, menurutnya, OKI perlu menunjukkan sikap nyata, termasuk mempertimbangkan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa di tingkat kepala negara untuk merumuskan langkah strategis penyelamatan Al Aqsha dan dukungan bagi Palestina.

HNW juga menyoroti perkembangan kebijakan internal Israel, termasuk wacana di parlemen Israel atau Knesset terkait pengelolaan administrasi Masjid Al Aqsha. Ia mengingatkan bahwa lembaga internasional seperti UNESCO telah menetapkan kawasan tersebut sebagai warisan budaya umat Islam.

Selain itu, ia menyinggung situasi di perbatasan Rafah yang kembali ditutup, sehingga distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza terhambat. Menurutnya, rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan situasi yang semakin mengkhawatirkan bagi rakyat Palestina.

HNW mendorong pemerintah Indonesia sebagai anggota aktif OKI untuk mengambil inisiatif diplomatik, termasuk mengusulkan agenda khusus dalam forum OKI guna memastikan akses ibadah di Masjid Al Aqsha dipulihkan dan perlindungan terhadap warga Palestina diperkuat.

“Masjid Al Aqsha adalah simbol persatuan umat. Sudah seharusnya negara-negara Islam bersatu dan bertindak lebih tegas demi menjaga kesuciannya serta memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *