Membela Keikhlasan Presiden Prabowo: Kontribusi Nyata untuk Lingkungan dan Bangsa

Membela Keikhlasan Presiden Prabowo: Kontribusi Nyata untuk Lingkungan dan Bangsa

Oleh: Maftuh (Mahasiswa)

Di tengah hiruk-pikuk politik yang sering kali dipenuhi framing negatif dan tuduhan tak berdasar, Presiden Prabowo Subianto tetap berdiri teguh sebagai figur pemimpin yang ikhlas melayani rakyat Indonesia. Belakangan ini, serangan-serangan jahat muncul lagi, khususnya soal lahan sawit di Aceh, seolah-olah beliau bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan. Padahal, fakta sejarah menunjukkan sebaliknya jauh sebelum banjir bandang melanda Sumatra, Presiden Prabowo telah mengorbankan ribuan hektar lahan sawit miliknya demi kelestarian alam dan perlindungan satwa liar, termasuk gajah Sumatera yang dilindungi.

Kontribusi ini bukan sekadar janji kosong, melainkan aksi nyata yang dilakukan bertahun-tahun lalu. Pada 2010-an, melalui perusahaan sawit yang dikelola keluarganya, Prabowo memutuskan untuk mengalihkan lahan perkebunan menjadi kawasan konservasi. Ribuan hektar yang semula produktif secara ekonomi dilepaskan untuk hutan lindung, memastikan habitat alami bagi spesies endemik seperti gajah Sumatera yang terancam punah. Langkah ini diambil tanpa paksaan, di saat banyak pihak lain masih mengejar keuntungan maksimal dari komoditas sawit.

Saat banjir bandang baru-baru ini menerjang Sumatra, termasuk Aceh, kawasan-kawasan ini justru berfungsi sebagai penahan air alami, mengurangi dampak bencana bagi masyarakat sekitar. Ini bukti bahwa keputusan Prabowo bukan hanya visioner, tapi juga bermanfaat langsung bagi rakyat.

Framing jahat yang beredar belakangan ini sering kali mengabaikan konteks historis ini. Tuduhan bahwa Prabowo “merusak lingkungan” di Aceh hanyalah distorsi fakta untuk kepentingan politik sempit. Padahal, rekam jejak beliau menunjukkan komitmen panjang terhadap sustainability. Sebagai mantan Danjen Kopassus yang tegas, Prabowo belakangan berevolusi menjadi pembela lingkungan yang radikal. Ia tak segan mengorbankan aset pribadi demi generasi mendatang, sesuatu yang jarang dilakukan oleh elite politik lain.

Bagi saya, ini sejalan dengan prinsipnya yang selalu menekankan kesejahteraan rakyat di atas segalanya, dari program food estate hingga ketahanan pangan nasional. Yang membuat segalanya semakin kuat adalah pengakuan dari tokoh besar seperti Almarhum Presiden KH Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur. Sang Kyai yang dikenal jujur dan visioner pernah menyatakan secara terbuka bahwa Prabowo adalah “orang yang paling ikhlas untuk Bangsa Indonesia.” Kata-kata Gus Dur ini bukan pujian sembarangan, ia lahir dari pengamatan mendalam terhadap karakter Prabowo selama bertahun-tahun.

Gus Dur melihat ikhlasnya Prabowo dalam pengabdian tanpa pamrih, baik di medan militer maupun panggung sipil. Saat ini, sebagai Presiden ke-8 RI, Prabowo membuktikan ucapan itu melalui kebijakan-kebijakan pro-rakyat seperti swasembada pangan, hilirisasi sumber daya alam, dan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan.

Saya tetap berpegang teguh pada keyakinan ini. Di era informasi yang penuh hoaks dan black campaign, kita perlu membedakan fakta dari fitnah. Presiden Prabowo bukanlah pemimpin sempurna, tapi ikhlas nya untuk Indonesia tak terbantahkan dibuktikan oleh pengorbanan lahan sawitnya, rekam jejak lingkungan, dan endorsement dari Gus Dur. Mari kita dukung pemimpin seperti ini dengan logika dan hati nurani, bukan emosi sesaat. Indonesia butuh lebih banyak ikhlas seperti Prabowo untuk bangkit lebih kuat menuju Indonesia Emas 2045.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *