Sarifuddin Sudding Minta Aparat Perketat Pengawasan Jalur Masuk Narkoba di Sulteng

PALU – Anggota Komisi III DPR RI Sarifuddin Sudding menyoroti serius tingginya peredaran narkotika di Sulawesi Tengah yang dinilai telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Ia meminta aparat penegak hukum meningkatkan koordinasi dan pengawasan, khususnya pada jalur-jalur yang kerap dimanfaatkan jaringan narkoba.

Hal tersebut disampaikan Sudding saat memimpin kunjungan kerja reses Komisi III DPR RI di Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah di Palu, Kamis (5/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, ia mengungkapkan bahwa Sulawesi Tengah termasuk daerah dengan tingkat peredaran narkoba yang tinggi secara nasional. Karena itu, aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional diminta memperkuat sinergi dalam upaya pemberantasan.

“Tentunya kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Karena itu kami menuntut Kapolda dan BNN agar betul-betul berkomitmen dan bersinergi dalam pemberantasan narkoba di wilayah Sulawesi Tengah,” ujar Sudding.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan besar dalam pemberantasan narkoba di wilayah tersebut adalah jalur distribusi yang cukup kompleks. Peredaran narkotika disebut masuk dari luar negeri melalui Malaysia, kemudian melewati Kalimantan sebelum akhirnya beredar di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, kondisi geografis daerah yang memiliki banyak jalur laut dan pelabuhan kecil membuat pengawasan menjadi lebih sulit. Karena itu, Sudding menilai peran masyarakat juga sangat penting dalam membantu aparat mengawasi aktivitas mencurigakan di wilayah pesisir.

“Pelibatan tokoh masyarakat menjadi penting, terutama karena banyaknya pelabuhan kecil yang sulit terdeteksi oleh aparat keamanan,” katanya.

Sudding juga menyoroti dampak sosial dari maraknya penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Tengah. Ia menyebutkan bahwa penyalahgunaan narkoba kini telah menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak-anak usia sekolah hingga ibu rumah tangga.

Selain merusak kesehatan, ia menilai penyalahgunaan narkotika juga berkontribusi terhadap meningkatnya angka kriminalitas di sejumlah wilayah.

Beberapa daerah seperti Sigi, Donggala, dan wilayah pesisir barat Sulawesi Tengah disebut mengalami peningkatan kasus kejahatan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba, seperti pencurian.

Karena itu, Sudding menegaskan pentingnya komitmen kuat dari aparat penegak hukum dalam memberantas jaringan narkotika. Ia juga mengingatkan agar aparat yang bertugas tidak terlibat dalam praktik peredaran narkoba.

“Aparat yang diberi tugas memberantas narkotika harus memiliki integritas tinggi. Jangan sampai justru ada yang bermain dengan jaringan bandar narkoba,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *