SUMENEP – Warga di Desa Karang Tengah, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur turun tangan memperbaiki jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Jalan utama yang menuju Asta Sunan Wiro Broto tersebut telah mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun tampa adanya tindakan nyata dari pemerintah.
Menurut Koodinator Lapangan Perbaikan Jalan, Masodi menjelaskan, rakyat bergotong royong melakukan perbaikan jalan, karena frustrasi menunggu pemerintah yang hanya bisa umbar janji tampa adanya bukti dan tindakan nyata untuk memperbaiki.
“Kita sudah frustasi menunggu janji-janji manis pemerintah, janji saja tapi tak diperbaiki,” tegas Masodi lewat keterangan tertulisnya yang dikirim ke media ini. Senin, (22/12/2025).
Senada dengan Masodi, salah satu Ketua perantau dari Bali, H. Sahari mengatakan, gerakan swadaya diinisiasi oleh para perantau bali sebagai bentuk protes kepada pemerintah dengan tujuan agar masyarakat pulau sapudi bisa lebih diperhatikan dan juga bisa menikmati jalan yang bagus kedepannya.
“Ini kepedulian kita selaku para perantau dari Bali kepada masyarakat Pulau Sapudi, sekaligus sebagai bentuk protes kita kepada pemerintah agar jalan yang rusak segera diperbaiki,” urai Sahari
Aktivis asal Malang, Hendy menilai, hari ini rakyat hanya dijadikan sapi perah oleh pemerintah. Bagaimana tidak, di tengah maraknya korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara hingga ratusan triliun, rakyat justru harus mengeluarkan uangnya sendiri untuk memperbaiki jalan umum yang hancur dan tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah.
“Rakyat sekarang udah kayak sapi perahnya pemerintah, pejabat korup hingga ratusan triliun, rakyatnya yang sengsara memperbaiki jalan menggunakan uang mereka sendiri,” lugas Hendy. (ari)






