JAKARTA – BELA RAKYAT – Anggota DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk merefleksikan nilai-nilai ideologi negara di ruang siber. Hal ini disampaikannya bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026).
Politisi senior tersebut menekankan bahwa tantangan dalam menjaga “kesaktian” Pancasila saat ini telah bergeser dari ancaman fisik masa lalu menjadi ancaman ideologis di dunia maya. Oleh karena itu, penguatan digital citizenship (kewarganegaraan digital) menjadi kunci utama dalam mempertahankan persatuan bangsa di era disrupsi teknologi.
“Hari Kesaktian Pancasila adalah momentum berharga bagi kita semua untuk menyadari bahwa fondasi negara ini begitu kokoh karena dibangun di atas darah para pahlawan,” ujar anggota Komisi III DPR RI tersebut.
“Namun, di era digital hari ini, medan pertempuran kita bukan lagi melawan angkat senjata atau pemberontakan fisik di dunia nyata. Musuh kita saat ini adalah polarisasi, penyebaran hoaks, fitnah, dan adu domba yang berseliweran di media sosial setiap detik,” lanjut anggota Panja AI tersebut.
Aboe Bakar menegaskan bahwa pengamalan nilai Pancasila saat ini harus mampu bertransformasi ke dalam ekosistem digital demi membentengi masyarakat dari perpecahan.
“Kesaktian Pancasila harus kita manifestasikan ke dalam tindakan nyata di ruang siber melalui penguatan digital citizenship. Kita butuh netizen yang tidak hanya cerdas menggunakan gawai, tetapi juga memiliki moral, etika, dan tanggung jawab yang bersumber dari nilai-nilai luhur Pancasila,” tegas Aboe Bakar.
Ia pun merinci bagaimana setiap sila dalam Pancasila seharusnya diimplementasikan oleh para pengguna internet di Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjadi warga digital yang baik berarti menghidupkan Sila Pertama dengan saling menghormati perbedaan di internet, mempraktikkan Sila Kedua dengan menjauhi cyberbullying, serta memegang teguh Sila Ketiga dengan menjadi pemersatu, bukan pemecah belah,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, legislator ini menaruh harapan besar pada generasi z dan milenial sebagai motor penggerak literasi digital yang sehat di tanah air.
“Saya mengajak generasi muda: jadikan jempolmu sebagai benteng Pancasila. Kuatkan literasi digital, saring setiap informasi sebelum dibagikan, dan gunakan ruang digital untuk membangun narasi yang positif, kolaboratif, serta konstruktif demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkas Aboe Bakar.






