KATANA Jatimulya & PENDEKAR RESCUE di Garda Terdepan, Bocah Tenggelam di Kali Cikarang Ditemukan

BEKASI ~ Duka menyelimuti aliran Kali Cikarang di kawasan Perumahan Cikarang Grand Village, Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Seorang bocah perempuan bernama Indri (4 tahun) kemarin dilaporkan tenggelam dan hanyut saat bermain di tepi sungai bersama dua temannya. Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa “sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan dapat berubah menjadi ruang sunyi yang merenggut masa depan bila kewaspadaan terabaikan”.

Peristiwa bermula pada Senin sore, ketika korban terpeleset dan jatuh ke dalam arus Kali Cikarang. Dua anak lainnya berhasil diselamatkan oleh saksi mata, namun Indri terseret arus dan dinyatakan hilang. Sejak laporan diterima, mesin kemanusiaan bergerak: Unit Siaga SAR Bekasi bersama Tim SAR Gabungan menggelar operasi pencarian intensif dengan pendekatan terukur dan disiplin tinggi.

Sejak pagi hari, Selasa (27/1/2026) operasi pencarian dimulai dengan briefing dan pembagian sektor. Tiga SRU (Search and Rescue Unit) diterjunkan, menyisir sungai menggunakan perahu LCR, perahu rafting, dan jalur darat dengan jangkauan hingga beberapa kilometer. Upaya ini bukan sekadar teknis penyisiran, melainkan ikhtiar kolektif yang menyatukan nyali, empati, dan keahlian lintas unsur.

Pada pukul 14.20 WIB, setelah berjam-jam berjibaku dengan arus dan cuaca mendung, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, mengambang dengan posisi terlungkup pada jarak sekitar 1,7 kilometer dari lokasi awal kejadian. Tangis haru dan doa menyatu di tepi sungai ketika jasad kecil itu dievakuasi dan dibawa ke rumah duka, menutup pencarian namun membuka luka bagi banyak hati.

Ketua KATANA Jatimulya, Abdul Latip, menyampaikan bahwa operasi ini adalah cermin solidaritas tanpa sekat. “Kami hadir bukan karena seragam, tetapi karena panggilan nurani. Sungai ini menyimpan risiko besar, dan tragedi ini harus menjadi pelajaran kolektif agar pengawasan terhadap anak-anak diperketat dan mitigasi lingkungan diperkuat,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat, dari relawan hingga aparat negara.

Deni Djiung, Ketua PENDEKAR RESCUE (kedua dari kiri) bersama Tim KATANA Jatimulya sesaat sebelum mulai pencarian Bocah tenggelam, Selasa (27/1/2026).

Senada dengan itu, Deni Djiung, Ketua PENDEKAR RESCUE, menegaskan bahwa setiap misi kemanusiaan selalu menyisakan pesan moral. “Kami tidak pernah berharap menemukan korban dalam kondisi seperti ini, namun tugas kami adalah memastikan sebuah kepastian bagi keluarga. Semoga ini menjadi alarm sosial bagi semua pihak agar keselamatan anak dan ruang publik menjadi prioritas bersama,” tegasnya kepada awak media.

Operasi ini melibatkan lebih dari 19 unsur, mulai dari Unit Siaga SAR Bekasi, BPBD Kabupaten Bekasi, FPRB Kabupaten Bekasi, TNI-Polri, hingga berbagai organisasi relawan dan masyarakat setempat. Dengan dukungan peralatan evakuasi air, komunikasi, dan armada perahu LCR, kolaborasi ini menunjukkan bahwa kekuatan terbesar dalam penanggulangan bencana adalah kebersamaan yang terorganisir.

Tragedi di Kali Cikarang bukan sekadar catatan peristiwa, melainkan panggilan kesadaran. Di balik angka dan laporan, ada nyawa, ada masa depan yang terhenti. Semoga kepergian Indri menjadi pengingat abadi bahwa keselamatan lingkungan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga sebelum duka kembali menulis namanya di aliran sungai berikutnya.

(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *