Wihaji: TNI Kuat Bersama Rakyat, Fondasi Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

JAKARTA – BELA RAKYAT – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN sekaligus Ketua Umum DPP Ormas MKGR Wihaji menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang memasuki usia ke-81 tahun. Menurutnya, lebih dari delapan dekade pengabdian TNI menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan, persatuan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pesan tersebut disampaikan Wihaji melalui unggahan di media sosial pribadinya dalam rangka memperingati Dirgahayu ke-81 TNI yang jatuh pada 5 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam unggahannya, Wihaji menekankan bahwa kekuatan TNI tidak dapat dipisahkan dari kedekatan dan kebersamaannya dengan rakyat. Ia mengangkat semangat tema HUT ke-81 TNI, “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Wihaji menilai hubungan erat antara TNI dan rakyat merupakan salah satu kekuatan utama dalam membangun ketahanan nasional. Menurutnya, ketahanan semesta yang kokoh bukan hanya bertumpu pada kekuatan pertahanan, tetapi juga lahir dari partisipasi dan kebersamaan seluruh elemen bangsa.

“TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” tulis Wihaji dalam unggahannya.

Lebih jauh, Wihaji mengaitkan semangat kebersamaan tersebut dengan pembangunan ketahanan keluarga. Ia meyakini bahwa keluarga yang kuat dan berkualitas merupakan salah satu fondasi penting bagi terbentuknya masyarakat yang tangguh serta bangsa yang memiliki daya tahan menghadapi berbagai tantangan.

“Kami meyakini bahwa ketahanan semesta yang kokoh berakar dari kebersamaan TNI dan rakyat, yang juga menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” tulisnya.

Bagi Wihaji, pembangunan Indonesia menuju 2045 tidak hanya membutuhkan pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi juga membutuhkan kekuatan sosial yang berakar pada persatuan, gotong royong, serta ketahanan keluarga dan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, keberadaan TNI sebagai institusi pertahanan negara memiliki posisi strategis. Profesionalisme prajurit, kedekatan dengan rakyat, serta komitmen menjaga keutuhan NKRI dinilai menjadi modal penting untuk memastikan Indonesia tetap kokoh menghadapi dinamika dan tantangan zaman.

Wihaji juga menyampaikan harapannya agar TNI terus mempertahankan profesionalisme sekaligus menjadi institusi yang semakin dekat dan dicintai rakyat.

“Semoga TNI senantiasa profesional, tangguh, dicintai rakyat, dan terus menjadi garda terdepan penjaga kejayaan Nusantara,” ujar Wihaji dalam pesan yang disampaikannya melalui media sosial pribadi.

Peringatan HUT ke-81 TNI, lanjut pesan tersebut, menjadi momentum untuk memperkuat kembali kesadaran bahwa pertahanan negara merupakan tanggung jawab bersama. TNI dan rakyat memiliki peran yang saling menguatkan dalam menjaga persatuan sekaligus membangun masa depan Indonesia.

Sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji juga menempatkan ketahanan keluarga sebagai bagian penting dari agenda pembangunan nasional. Keluarga yang sehat, berkualitas, dan tangguh menjadi salah satu fondasi untuk melahirkan generasi yang mampu membawa Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Pesan Wihaji tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa kekuatan bangsa tidak semata-mata diukur dari kekuatan institusi pertahanan, tetapi juga dari seberapa kuat hubungan antara negara dan rakyat, serta seberapa kokoh keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan berbangsa.

Di akhir unggahannya, Wihaji kembali menyampaikan penghormatan atas pengabdian para prajurit TNI sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga semangat persatuan dan kebersamaan.

“Dirgahayu ke-81 Tentara Nasional Indonesia. TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” pungkas Wihaji.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *