Prestasi Kodaeral IV Batam Bongkar Penyelundupan, Taufiq R. Abdullah: Layak Jadi Contoh Nasional

BATAM – BELA RAKYAT –  Kinerja Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam dalam menggagalkan penyelundupan lintas batas mendapat apresiasi dari Komisi I DPR RI.

Anggota Komisi I DPR RI, Taufiq R. Abdullah menilai keberhasilan Kodaeral IV, terutama dalam menggagalkan penyelundupan narkotika skala besar, layak dijadikan role model nasional.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Taufiq saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI di Markas Komando Kodaeral IV, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (30/9/2026).

“Kodaeral Batam ini punya track record yang bagus, salah satunya menangkap penyelundupan narkoba dengan jumlah yang fantastis. Prosesnya harus didokumentasikan dari awal deteksi intelijen sampai penindakan, agar jadi pelajaran dan role model untuk pangkalan lain,” ujar politisi Fraksi PKB itu.

Taufiq juga menyoroti pentingnya sinergi antar lembaga penegak hukum di laut. Menurutnya, kerawanan di wilayah perairan diperparah oleh tumpang tindih kewenangan.

“Yang dibutuhkan itu kehadiran negara yang solid dan sinergis. Pembagian tugas dan patroli bersama harus direncanakan dengan rapi, perlu dorongan regulatif,” tegasnya.

Ia mendorong optimalisasi peran Badan Keamanan Laut (Bakamla) sebagai koordinator utama pengamanan laut. Menurutnya, tanpa regulasi operasional yang jelas, ego sektoral akan terus terjadi.

“Di laut ini kesannya masih jalan sendiri-sendiri, harus ada komandannya. Sebenarnya ada Bakamla yang seharusnya menjadi koordinator pengamanan laut,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Komandan Kodaeral IV Batam, Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, S.E., M.Han., memaparkan capaian penindakan di perairan Kepulauan Riau. Sepanjang 2025, pihaknya bersama aparat lain berhasil menyita dan memusnahkan 4,27 ton narkotika.

Pada 2026, tren positif berlanjut. KRI Rambik 627 berhasil mencegat Kapal MT Dingsan dan menyita 71,3 ton narkotika yang disembunyikan di bawah lambung kapal. Tak hanya itu, KRI Kujang 642 juga menggagalkan penyelundupan 390 ton material logam tanah jarang (rare earth) mengandung thorium dan uranium yang bersifat radioaktif.

Seluruh barang bukti telah dimusnahkan secara transparan menggunakan insinerator dengan disaksikan perwakilan kementerian dan Polri, sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita di bidang penguatan keamanan negara.

Komisi I DPR RI menegaskan akan menjadikan temuan di lapangan ini sebagai catatan penting untuk merumuskan regulasi keamanan laut yang lebih ideal dan terstruktur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *