JAKARTA – BELA RAKYAT – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Kamis (1/10/2026) di Istana Negara, Jakarta.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara Pelantikan dan Pengucapan Sumpah Pejabat Negara di Istana Negara. “Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian,” ungkap Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti dalam prosesi tersebut.
Dengan pelantikan ini, Sarmuji resmi menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perindustrian. Prabowo melakukan pergantian Menperin sebagai bagian dari reshuffle besar kabinet.
Posisi Agus Gumiwang Kartasasmita kini resmi digantikan oleh Sarmuji setelah pengambilan sumpah jabatan di Istana. Sarmuji kini dipercaya memimpin Kementerian Perindustrian dan menjadi bagian dari jajaran baru pemerintahan.
Masuknya Sarmuji ke kabinet menjadi sorotan karena Kementerian Perindustrian menjadi salah satu kementerian yang mengalami pergantian pucuk pimpinan dalam reshuffle 1 Oktober tersebut. Reshuffle juga membawa Sarmuji masuk sebagai representasi kader Golkar.
Sebelum pelantikan, Sarmuji sempat terlihat hadir di Kompleks Istana Kepresidenan. Ia mengaku mendapat penugasan untuk membantu Presiden Prabowo di sektor perindustrian. “Saya ditelepon Pak Seskab, ya, ada kemungkinan pokoknya urusan industri lah kira-kira begitu,” kata Sarmuji.
Sarmuji sendiri bukan sosok baru di dunia politik nasional. Ia selama ini lebih dikenal melalui jalur politik sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar dan pernah duduk sebagai anggota DPR RI.
Latar belakang akademisnya juga menjadi modal. Ia lahir di Surabaya pada 10 Juni 1974 dan memiliki kombinasi latar belakang akademis dan jam terbang politik yang panjang sebagai modal mengemban amanah di Kementerian Perindustrian.
Jabatan Sekjen Golkar sendiri diemban Sarmuji setelah ditunjuk oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Bahlil menunjuk M Sarmuji sebagai sekretaris jenderal menggantikan Lodewijk F Paulus dalam susunan kepengurusan baru.
Sebagai Sekjen, Sarmuji dikenal aktif mengonsolidasikan partai. Ia pernah menegaskan fatsun komunikasi bagi seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI untuk tidak menyerang kawan sendiri, termasuk menteri-menteri dari Partai Golkar.
Kini, dengan posisinya sebagai Menteri Perindustrian, Sarmuji akan dihadapkan pada tugas berat mendorong hilirisasi industri, penguatan industri nasional, dan peningkatan daya saing manufaktur di tengah tantangan ekonomi global.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa kader Golkar yang duduk di kabinet merupakan kader terbaik yang dipercaya untuk membantu pemerintahan selama 5 tahun ke depan.
Pelantikan Sarmuji ini sekaligus menambah daftar panjang menteri dari Partai Golkar di Kabinet Merah Putih yang sebelumnya terdiri dari 8 menteri dan 3 wakil menteri dari partai berlambang beringin tersebut.






