Buka Puasa Penuh Makna di Coto & Co KAREBA Kalibata City, Jakarta Serasa Makasar

JAKARTA ~ Di tengah denyut nadi metropolitan yang tak pernah tidur, suasana hangat penuh nostalgia mengalir deras di Coto & Co Kareba, sebuah ruang rasa yang menghadirkan denyut budaya Sulawesi Selatan di jantung ibu kota. Bertempat di kawasan Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan reuni alumni angkatan 1993 Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menjelma bukan sekadar temu kangen, melainkan perayaan nilai, identitas, dan kebangsaan yang berpijak pada semangat persaudaraan dan hukum yang menjamin kebebasan berserikat serta berkumpul sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Momentum ini menjadi cermin hidup bahwa kebebasan berkumpul dan menyatakan pendapat yang dijamin Pasal 28E UUD 1945 bukan hanya milik ruang-ruang demonstratif, melainkan juga ruang-ruang kultural yang menguatkan kohesi sosial. Reuni ini menegaskan bahwa alumni perguruan tinggi adalah bagian dari elemen masyarakat yang berperan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang menekankan kontribusi lulusan dalam pembangunan nasional.

Heriyanti, alumni UMI angkatan 1993, tak kuasa menyembunyikan haru. “Bagi saya, ini bukan sekadar makan bersama. Ini adalah perjalanan pulang. Duduk bersama sahabat seperjuangan di tempat ini membuat saya seperti kembali ke Makassar. Kenangan masa kuliah, perjuangan akademik, hingga canda tawa di kampus terasa hidup kembali,” ujarnya dengan mata berbinar.

Ia menambahkan, reuni ini menjadi pengingat bahwa nilai keilmuan dan integritas yang ditanamkan kampus harus terus dijaga dalam setiap peran di tengah masyarakat. Ujarnya kepada awak media, Minggu (1/3/2026).

Di sudut lain meja panjang yang dipenuhi hidangan khas, Dewi Hapsari turut menyampaikan kesannya. “Reunian sambil Berbuka Puasa Bersama pada Ramadhan 1447 Hijriah sesama alumni UMI di sini serasa berada di Makassar. Makanan khas seperti Konro, Coto, Buras, Jalangkote, Es Pisang Ijo, Barongko, hingga Mie Kering, dan Palubutung benar-benar menghadirkan rasa kampung halaman. Rasanya enak dan harganya terjangkau isi kantong masyarakat,” tuturnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa akses terhadap kuliner daerah yang berkualitas dengan harga wajar adalah bagian dari hak konsumen yang dilindungi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Aroma Coto yang kaya rempah, lembutnya Barongko yang manis alami, hingga segarnya Es Pisang Ijo menjadi saksi bahwa kuliner di Coto & Co Kareba adalah diplomasi budaya yang paling jujur. Dalam perspektif hukum ekonomi kreatif, geliat usaha kuliner seperti ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif, yang mendorong pelestarian warisan budaya sebagai sumber nilai tambah ekonomi sekaligus penguat identitas bangsa.

Tak berlebihan jika pertemuan ini disebut fenomenal. Di tengah gempuran budaya global, para alumni memilih merawat akar. Mereka membuktikan bahwa modernitas tak harus menanggalkan tradisi. Di meja makan yang sederhana namun sarat makna, terjalin diskusi tentang kontribusi alumni bagi daerah dan bangsa tentang bagaimana pengalaman profesional dapat disinergikan untuk kemajuan sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.

Kumpul hari ini juga menjadi panggung etika sosial. Dalam bingkai nilai Pancasila dan prinsip gotong royong, kebersamaan para alumni mencerminkan sila ketiga: Persatuan Indonesia. Mereka tidak sekadar bernostalgia, tetapi merumuskan gagasan visioner tentang jejaring alumni yang dapat berkontribusi nyata, baik melalui kegiatan sosial, pemberdayaan UMKM, maupun advokasi pendidikan.

Dewi Hapsari menegaskan, malam di Kalibata itu bukan hanya tentang rasa di lidah, melainkan rasa di jiwa. Dari Kareba ke Kalibata, dari Makassar ke Jakarta, para alumni UMI 1993 meneguhkan bahwa persaudaraan adalah energi abadi. Sebab selama kenangan dijaga dan nilai diperjuangkan, kampus bukan hanya bangunan, ia adalah rumah batin yang terus menyala dalam langkah pengabdian kepada negeri. Pungkas Dewi Hapsari.
(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *