JAKARTA – Momen Hari Raya Idulfitri tahun ini terasa begitu hidup dan penuh warna di kediaman Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi. Suasana Halal Bihalal bersama keluarga besar berlangsung seru, hangat, dan dipenuhi gelak tawa dari seluruh anggota keluarga.
Sejak pagi hari, rumah Aboe sudah dipadati keluarga yang datang dari berbagai daerah. Canda tawa langsung pecah begitu mereka saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Tidak ada jarak, semua larut dalam suasana kekeluargaan yang akrab.
Di ruang tengah, anak-anak berlarian sambil bermain, sementara para orang tua berbincang santai mengenang cerita lama. Sesekali, tawa lepas terdengar saat kenangan lucu masa lalu kembali diceritakan. Momen ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah inti dari perayaan Lebaran.
Tak hanya itu, suasana semakin meriah ketika keluarga Aboe menggelar sesi hiburan sederhana. Dari bernyanyi bersama hingga berjoget ringan, semuanya ikut larut dalam kegembiraan. Bahkan, Aboe sendiri tampak santai dan menikmati momen tersebut bersama sang istri, Ita, dan anggota keluarga lainnya.
Hidangan khas Lebaran seperti ketupat, rendang, dan sambal buatan keluarga turut menambah kehangatan suasana. Sambil menikmati makanan, canda gurau terus mengalir, menciptakan momen yang tak hanya mengenyangkan, tetapi juga menghangatkan hati.
Menurut Aboe, momen seperti ini adalah waktu yang paling dinantikan setiap tahun. “Lebaran bukan hanya soal tradisi, tapi tentang kebersamaan. Tertawa bersama keluarga itu adalah kebahagiaan yang sederhana, tapi sangat berarti,” ujarnya.
Ia pun berharap suasana penuh kehangatan ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Baginya, Halal Bihalal adalah kesempatan untuk mempererat hubungan, melupakan kesalahpahaman, dan menciptakan kenangan indah bersama orang-orang tercinta.
Di mana momen Hari Raya Idulfitri ini dimanfaatkan Habib Aboe menyampaikan pesan penuh kehangatan melalui rangkaian pantun Lebaran. Pantun-pantun tersebut ia bagikan sebagai bentuk kebahagiaan sekaligus ajakan mempererat silaturahmi dalam suasana Halal Bihalal bersama keluarga.
Dalam keterangannya, Habib Aboe menekankan bahwa Lebaran bukan hanya soal perayaan, tetapi juga tentang saling memaafkan dan memperkuat ikatan kekeluargaan. Ia pun menyelipkan pesan tersebut dalam tujuh pantun yang bernuansa hangat, sederhana, dan penuh makna.
Berikut tujuh pantun Lebaran yang disampaikan Aboe Bakar Alhabsyi bersama keluarga:
I.
Pergi ke pasar membeli mangga,
Mangga manis dikasih pita.
Senang berkumpul dengan keluarga,
Maafkan khilaf kami sekeluarga Aboe dan Ita.
II.
Bunga melati putih berseri,
Harum semerbak di pagi hari.
Tangan terulur rendahnya hati,
Aboe dan Ita mohon maaf setulus hati.
III.
Makan ketupat lauknya rendang,
Ditambah sambal buatan Kak Ita.
Hati senang semua bisa datang,
Tambah hangatnya Lebaran keluarga.
IV.
Ke pasar baru beli kebaya,
Warna kuning cantik di mata.
Selamat Lebaran sanak saudara,
Salam hangat dari Aboe dan Ita.
V.
Burung nuri terbang ke dahan,
Hinggap sebentar di pohon mangga.
Lupakan sedih mari maafkan,
Mari kita bernyanyi sekeluarga.
VI.
Jalan-jalan ke pasar baru,
Membeli baju berwarna biru.
Lebaran hangat makin seru,
Kita bernyanyi lagu yang baru.
VII.
Makan ketupat di meja makan,
Ditambah sambal buatan Kak Ita.
Mari semua kita gerakkan,
Joget bersama keluarga tercinta.
Aboe berharap, pantun-pantun tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kebahagiaan Lebaran terletak pada kebersamaan dan saling memaafkan. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Halal Bihalal sebagai momentum mempererat persaudaraan, baik dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.
“Lebaran adalah waktu terbaik untuk kembali merajut kasih sayang. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.






