Reinhard Sirait: Kolaborasi Warga Perkuat Langkah Pemprov DKI Jakarta

JAKARTA – Tenaga Ahli Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Reinhard Sirait, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat budaya dialog terbuka sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang inklusif dan partisipatif.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum refleksi bertajuk “Setahun Mas Pram – Bang Doel Menjawab Harapan Jakarta” yang digelar di Gedung Sanggar Krida Wanita, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026).

Menurut Reinhard, pemerintah daerah tidak boleh membangun sekat dengan masyarakat. Ia menekankan bahwa ruang komunikasi harus terus diperluas agar aspirasi warga dapat terserap secara optimal.

“Kami ingin memastikan bahwa pemerintah hadir bukan hanya untuk berbicara, tetapi juga untuk mendengar. Aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam proses perumusan kebijakan,” ujar Reinhard dalam sambutannya.

Ia menyebut, di bawah kepemimpinan Mas Pram dan Bang Doel, pendekatan partisipatif menjadi salah satu prioritas utama. Pemerintah berupaya melibatkan berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, hingga generasi muda dalam setiap tahapan pembangunan.

Reinhard juga mengapresiasi Barisan Jakarta (BAJA) sebagai inisiator kegiatan yang dinilai mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah dan warga. Menurutnya, forum-forum semacam ini penting untuk menjaga transparansi sekaligus membangun kepercayaan publik.

“Dialog seperti ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang bertukar gagasan dan solusi. Kolaborasi adalah fondasi agar Jakarta bisa terus bergerak maju,” katanya.

Ia menambahkan, selain forum tatap muka, Pemprov DKI Jakarta juga membuka berbagai kanal komunikasi publik agar masyarakat dapat menyampaikan kritik dan masukan secara langsung dan cepat.

“Jakarta adalah milik bersama. Karena itu, komunikasi harus berjalan dua arah dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E, Raden Gusti Arief Yulifard, Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza, serta M. Tsani Annafari, Ph.D. dari Pusat Pengembangan Produktivitas Daerah (P3D) yang mewakili Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta. Hadir pula Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi DKI Jakarta KH. Mamun Al Ayubi, Ketua DPP FORKABI Fitria Octarina, serta Direktur Komunikasi Pusat Ristek Indonesia Achmad Annama.

Salah satu perhatian peserta tertuju pada booth pelayanan PT Transjakarta yang membuka pendaftaran langsung Kartu Layanan Gratis bagi masyarakat yang memenuhi kriteria. Inisiatif ini dinilai sebagai bentuk konkret mendekatkan pelayanan publik kepada warga.

Dengan penguatan komunikasi dan pelayanan yang semakin adaptif, Reinhard optimistis Jakarta dapat terus berkembang sebagai kota global yang inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan sosial.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *