Prestasi Spektakuler! Sanggar Tari Dea Natasha Boyong Juara Umum Lomba Tari Kreasi Jabar 2026

BEKASI — Denting musik dan gemulai gerak penuh makna mengguncang panggung Mall SGC Cikarang, Sabtu (14/2/2026). Di tengah semarak Hari Valentine, cinta kepada budaya Nusantara justru menemukan momentum terbaiknya. Sanggar Tari Dea Natasha tampil gemilang dan memboyong gelar Juara Umum tingkat Jawa Barat dalam ajang Lomba Tari Kreasi yang diselenggarakan oleh Widia Organizer. Sebuah capaian fenomenal yang bukan sekadar kemenangan, tetapi pernyataan tegas bahwa generasi muda Bekasi siap menjaga warisan bangsa dengan penuh prestasi.

Ajang yang digelar di Sentra Grosir Cikarang, Kabupaten Bekasi, itu mempertandingkan berbagai kategori usia mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga umum. Di kategori SD, Sanggar Tari Dea Natasha menyabet enam piala. Untuk SD kelas 1–3 berhasil meraih Juara 1, Juara 2, dan Juara Harapan, sementara kategori SD kelas 4–6 sukses merebut Juara 3. Sebuah torehan yang menegaskan bahwa pembinaan dilakukan secara sistematis dan berjenjang.

Dominasi berlanjut di tingkat SMP dan SMA. Para penari remaja tampil penuh percaya diri, menyabet Juara 1 dan Juara 2 pada kategori SMP dan SMA. Bahkan pada kategori Rampak SMA, kekompakan dan energi kolektif mereka menembus batas ekspektasi, hingga meraih Juara 1 dengan nilai tertinggi. Puncaknya, akumulasi prestasi tersebut mengantarkan Sanggar Tari Dea Natasha sebagai Juara Umum tingkat Jawa Barat, sebuah predikat prestisius yang diraih melalui kerja keras, disiplin, dan dedikasi panjang.

Prestasi ini sejatinya bukan sekadar kemenangan artistik, melainkan implementasi nyata amanat konstitusi. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan menegaskan bahwa negara dan masyarakat wajib melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan nasional. Sanggar Tari Dea Natasha hadir sebagai garda terdepan, membumikan regulasi tersebut dalam bentuk nyata: pendidikan seni yang terstruktur, kompetitif, dan berorientasi karakter.

Lebih jauh, semangat pembinaan generasi muda ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menempatkan pendidikan seni dan budaya sebagai bagian integral pembentukan kepribadian bangsa. Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, panggung tari menjadi ruang edukatif, membangun kedisiplinan, kolaborasi, dan rasa cinta tanah air. Inilah pendidikan karakter yang hidup dan bergerak.

Owner sekaligus pengajar, Dea Natasha, menyampaikan rasa syukur dan visi besarnya. “Kemenangan ini bukan hanya tentang piala, tetapi tentang proses. Kami mendidik anak-anak untuk mencintai budaya dengan hati, berlatih dengan disiplin, dan tampil dengan percaya diri. Sanggar ini adalah rumah pembentukan karakter. Kami ingin melahirkan generasi yang berprestasi, berbudaya, dan berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri,” tegas Dea Natasha kepada awak media, Sabtu (14/2/2026) malam.

Ia juga menambahkan bahwa momentum kemenangan di Hari Valentine memiliki makna simbolik. “Cinta sejati bukan hanya kepada sesama, tetapi kepada akar budaya kita sendiri. Di panggung ini, anak-anak belajar bahwa mencintai Indonesia bisa dilakukan dengan gerak, irama, dan dedikasi. Kami berkomitmen terus mengembangkan kurikulum latihan yang inovatif, kolaboratif, dan profesional,” ujarnya visioner.

Keberhasilan ini menjadi alarm positif bagi dunia seni pertunjukan di Kabupaten Bekasi dan Jawa Barat. Bahwa sanggar bukan sekadar tempat latihan, melainkan laboratorium karakter dan inkubator talenta bangsa. Dengan capaian Juara Umum tingkat Jawa Barat, Sanggar Tari Dea Natasha telah menorehkan tinta emas, bukan hanya di panggung kompetisi, tetapi di lembar sejarah pemajuan kebudayaan Indonesia. Sebuah kemenangan yang bombastik, edukatif, dan marketable, sekaligus bukti bahwa dari Bekasi, budaya bisa menggema hingga ke pentas nasional dan internasional.
(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *