Pengusaha Se-Bekasi Raya Duduk Sejajar: Satukan Visi Pembangunan, Ramadhan 1447 Hijriah Jadi Titik Awal Kebangkitan

KARAWANG — Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, tokoh masyarakat Bekasi yang juga Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi, H. Apuk Idris, menggelar Silaturahmi kebangsaan di kediamannya di bilangan Bengle, Karawang, pada Sabtu (14/2/2026). Momentum yang bertepatan dengan Hari Valentine itu justru dimaknai secara lebih luhur: bukan sekadar hari kasih sayang personal, melainkan hari mempertegas cinta pada persaudaraan, pada tanah kelahiran, dan pada Bekasi Raya yang majemuk namun satu tujuan.

Acara yang dihadiri para pengusaha konstruksi dan kontraktor se-Bekasi Raya (Kota dan Kabupaten Bekasi-red) tersebut menjadi ruang temu gagasan, ruang hati, dan ruang komitmen. Dalam suasana khidmat dan penuh keakraban, para pelaku usaha lokal duduk sejajar, menanggalkan sekat kepentingan, menyatukan visi membangun daerah dengan tetap berlandaskan hukum dan etika usaha sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM.

Do’a pembuka dipimpin oleh Pak Joko Adi Wibowo, menghadirkan suasana syahdu yang mengalir seperti embun di pagi hari. Lantunan doa itu bukan sekadar ritual, tetapi pengingat bahwa pembangunan fisik tanpa pembangunan ruhani hanyalah bangunan tanpa fondasi. Silaturahmi ini, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, adalah wujud kebebasan berserikat dan berkumpul yang dijamin konstitusi, selama dilaksanakan dalam koridor hukum dan menjaga ketertiban umum.

Dalam sambutannya, H. Apuk Idris menegaskan bahwa sebelum memasuki bulan puasa, seluruh elemen masyarakat harus menata niat dan memperkuat persaudaraan. “Kita semua berharap sehat selalu, diberikan kekuatan lahir dan batin. Silaturahmi ini bukan sekadar temu biasa, tetapi demi rasa persaudaraan dan pertemanan untuk kebersamaan. Kita jaga kampung kita, kita jaga keragaman suku, agama, dan budaya, kita jaga kondusivitas daerah, dan kita rawat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Bekasi harus kita bangun bersama,” ujar H. Apuk Idris dengan penuh kewibawaan.

Sementara itu, Divisi Humas Paguyuban Pengusaha Orang Bekasi (PPOB), Abu Fitri Mu’min atau yang akrab disapa Fitri Bule, menegaskan bahwa silaturahmi ini adalah energi kolektif bagi pengusaha lokal. “Kami di PPOB melihat momentum ini sebagai ruang konsolidasi moral dan profesional. Pengusaha Bekasi harus solid, taat aturan, menjunjung tinggi integritas, serta siap bersaing secara sehat. Ramadhan bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tentang membersihkan niat dalam bekerja dan berusaha,” ungkap Fitri Bule kepada awak media BelaRakyat.com.

Menurutnya, sinergi antara tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan pelaku usaha lokal menjadi fondasi strategis dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menekankan peran serta masyarakat dalam pembangunan. Ia menambahkan, Bekasi memiliki potensi besar, namun potensi itu hanya akan bermakna jika dirawat dengan solidaritas dan komitmen kolektif.

Silaturahmi yang berlangsung penuh kehangatan itu ditutup dengan harapan agar Ramadhan 1447 H menjadi momentum muhasabah bersama. Di tengah dinamika ekonomi dan sosial yang terus bergerak, para pengusaha dan tokoh masyarakat sepakat untuk menjaga kondusivitas, mempererat persaudaraan lintas latar belakang, serta membangun Bekasi Raya secara inklusif dan berkelanjutan.

Di penghujung acara, pesan yang mengalun seperti syair pujangga Nusantara pun mengemuka: bahwa persaudaraan adalah jembatan, hukum adalah pagar, dan iman adalah cahaya. Jika ketiganya berjalan seiring, maka Bekasi bukan sekadar wilayah administratif, melainkan rumah besar yang kokoh (tempat cita-cita dirawat, keberagaman dijaga, dan masa depan ditata bersama-red) dalam khusyuk dan hikmat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *