Meski Terseret Konflik Internal Pesantren Darul Istiqamah Maros Tamsil Linrung Ingin Masalah Itu Diselesaikan Secara Kekeluargaan: Mungkin JK Bisa Bantu…

MAROS – Nama Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, ikut terseret dalam pusaran konflik internal yang terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Maros, Sulawesi Selatan. Perselisihan yang diduga melibatkan unsur keluarga pendiri pesantren tersebut kini melebar dan memunculkan berbagai tuduhan, termasuk kepada pihak eksternal.

Dalam pernyataannya, Tamsil menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik yang terjadi. Ia menilai persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan dengan melibatkan tokoh penengah yang dihormati kedua belah pihak.

Bacaan Lainnya

“Mesti ada pihak ketiga yang bisa didengarkan kedua belah pihak. Mungkin Pak JK atau kiai senior, atau paman-paman mereka sendiri. Duduk bersama, selesaikan dengan baik, dengan hati yang tenang,” kata Tamsil kepada wartawan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Tamsil menegaskan bahwa konflik ini sangat disayangkan karena melibatkan keluarga besar yang selama ini dikenal sebagai panutan masyarakat di Sulawesi Selatan.

“Kasihan keluarga ini. Ini keluarga pejuang, keluarga teladan. Saya terus terang sangat sedih menyaksikan kejadian ini,” tambahnya.

Bantah Tuduhan Ambil Aset Pesantren

Dalam klarifikasinya, Tamsil secara tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya mengambil keuntungan atau aset dari pesantren. Ia memastikan bahwa keterlibatannya selama ini murni sebatas membantu tanpa kepentingan pribadi.

“Saya tidak mengambil sesuatu dari pesantren, tidak sejengkal tanah dan tidak secuil apa pun itu. Bantuan yang saya berikan tidak dilatarbelakangi kepentingan pribadi,” tegasnya.

Ia mengakui sempat memberikan usulan terkait penataan pesantren, namun hal itu disebutnya hanya sebatas masukan tanpa keinginan untuk terlibat dalam pengelolaan.

Lebih jauh, Tamsil juga memastikan dirinya tidak tercantum dalam struktur yayasan maupun badan hukum yang berkaitan dengan pesantren tersebut.

“Di semua yayasan dan badan hukum yang dibuat, tidak ada nama saya. Pak kiai yang meminta saya membantu, dan saya menyanggupi hanya sebatas itu,” jelasnya.

Bantuan Hibah hingga Investasi Pribadi

Tamsil mengungkapkan bahwa bantuan yang ia berikan kepada pesantren sebagian besar berupa hibah, termasuk membantu melunasi utang-utang pesantren tanpa meminta imbalan.

Ia juga menyebut adanya investasi pribadi berupa pembelian tanah di depan area pesantren. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak berkaitan dengan penguasaan aset pesantren.

“Kalau ada yang mencurigai saya mengambil sesuatu, silakan dibuktikan dan ambil kembali. Tapi saya pastikan itu tidak ada,” katanya.

Tak Tahu Soal Sertifikat yang Disengketakan

Terkait munculnya somasi yang disebut dilayangkan oleh pihak pesantren kepada salah satu anggota keluarga, Tamsil mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut, termasuk isu mengenai sertifikat tanah yang menjadi objek sengketa.

“Saya tidak pernah punya urusan soal sertifikat pesantren. Saya juga tidak tahu menahu soal sertifikat yang dimaksud,” ujarnya.

Ia menambahkan, informasi terkait somasi tersebut telah diteruskan kepada pihak terkait, termasuk Ustadz Muzayyin dan pihak keluarga lainnya. Menurutnya, persoalan tersebut merupakan ranah internal keluarga yang sebaiknya diselesaikan secara internal.

“Pak Muzayyin menyampaikan bahwa itu soal internal keluarga, jadi silakan diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Dorong Penyelesaian Damai

Tamsil kembali menekankan pentingnya penyelesaian damai melalui dialog terbuka. Ia berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan musyawarah demi menjaga nama baik keluarga besar pesantren.

Konflik di Pesantren Darul Istiqamah Maros ini menjadi sorotan karena melibatkan tokoh-tokoh penting serta berpotensi berdampak pada kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan keagamaan di daerah tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *