JAKARTA — Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia, Puadi, mendapat apresiasi atas kepeduliannya terhadap anak yatim melalui kegiatan santunan yang digelar di kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (13/3/2026). Dalam kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan buka puasa bersama tersebut, sebanyak 50 anak yatim dari Sahabat Yatim Al Mahabbah menerima bantuan.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 10 anak yatim diundang langsung ke kantor Bawaslu RI sebagai perwakilan untuk menerima santunan secara simbolis. Sementara itu, santunan bagi 40 anak yatim lainnya disalurkan melalui sekretariat Sahabat Yatim Al Mahabbah.
Kegiatan tersebut mendapat pujian dari sejumlah pihak karena dinilai mencerminkan kepedulian sosial di tengah kesibukan kerja lembaga negara. Selain memberikan bantuan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan di lingkungan Bawaslu.
Dalam sambutannya, Puadi mengungkapkan rasa syukur karena masih diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan. Ia mengatakan momen buka puasa bersama bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga sarana memperkuat hubungan dan solidaritas antarpegawai.
“Kita bersyukur karena di tengah kesibukan pekerjaan masih diberikan kesempatan untuk berkumpul dalam suasana yang baik seperti ini. Buka puasa bersama bukan hanya soal makan bersama, tetapi juga kesempatan mempererat silaturahmi dan kebersamaan,” ujar Puadi.
Ia juga menekankan pentingnya kerja tim dalam menjalankan tugas-tugas kelembagaan. Menurutnya, setiap unit kerja memiliki peran penting dalam menopang kinerja organisasi secara keseluruhan.
Puadi menyebutkan bahwa biro yang menangani perencanaan program dan pengelolaan data memiliki peran strategis dalam memastikan organisasi berjalan efektif. Meski pekerjaan tersebut sering tidak terlihat langsung oleh publik, namun menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program lembaga.
“Biro FPPP maupun Pusat DATIN memiliki peran yang sangat strategis. Mungkin pekerjaan kita tidak selalu terlihat di permukaan, tetapi dari sinilah fondasi kerja lembaga dibangun,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan sebuah lembaga tidak hanya terletak pada pimpinan, tetapi juga pada kualitas kerja seluruh tim yang ada di dalamnya.
“Saya selalu percaya bahwa kekuatan lembaga bukan hanya ada pada pimpinan, tetapi ada pada kualitas kerja timnya,” tambahnya.
Selain itu, Puadi juga mengajak seluruh pegawai untuk menjaga profesionalisme dalam bekerja. Ia menilai dinamika pekerjaan di dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun harus dihadapi dengan integritas dan tanggung jawab.
“Bekerja dengan baik, bekerja dengan integritas, dan bekerja dengan tanggung jawab adalah bentuk kontribusi kita terhadap lembaga,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Puadi juga mengingatkan bahwa bulan Ramadan membawa banyak pelajaran yang relevan dengan kehidupan kerja, seperti disiplin, kesabaran, dan keikhlasan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat menjadi pegangan penting dalam menjalankan tugas sehari-hari di lingkungan organisasi.
“Orang yang sabar dalam proses, konsisten dalam bekerja, dan ikhlas dalam menjalankan tugas biasanya justru menjadi orang yang paling kuat dalam organisasi,” katanya.
Puadi berharap kegiatan santunan anak yatim dan buka puasa bersama ini dapat semakin memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan Bawaslu serta menumbuhkan semangat untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi lembaga.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai atas kerja keras yang telah diberikan selama ini. Menurutnya, setiap tugas yang dijalankan dengan niat baik akan menjadi bagian dari pengabdian yang bernilai ibadah, terlebih di bulan Ramadan yang penuh berkah.






