BADUNG – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan kesiapan penuh sistem telekomunikasi nasional dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Kepastian itu disampaikan usai peninjauan langsung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang disebut sebagai salah satu titik paling krusial dalam pengujian kualitas jaringan.
Dalam keterangannya, Meutya menilai performa jaringan nasional berada dalam kondisi stabil dan terkendali. Ia menyebut capaian kecepatan internet secara nasional menunjukkan tren positif, bahkan di sejumlah titik strategis seperti Bali melampaui rata-rata nasional.
“Secara nasional sangat baik. Bali bahkan di atas rata-rata, dan di Bandara Ngurah Rai kecepatannya bisa lebih dari 200 Mbps,” ujarnya.
Data Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat rata-rata kecepatan unduh nasional mencapai 95 Mbps dan unggah 42 Mbps. Sementara Bali berada di angka 105 Mbps, menandakan kesiapan infrastruktur digital di wilayah dengan mobilitas tinggi tersebut.
Fokus Ganda: Jaringan dan Keselamatan Penerbangan
Tak hanya jaringan seluler, Meutya juga memastikan pengawasan spektrum frekuensi radio berjalan optimal. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan komunikasi penerbangan di tengah lonjakan trafik udara selama musim mudik.
Ia mengungkapkan, tingkat interferensi frekuensi sangat rendah—kurang dari 30 detik—sehingga tidak mengganggu operasional penerbangan.
“Ini dalam batas aman dan terus kami awasi secara ketat,” tegasnya.
Pengawasan intensif tersebut akan berlangsung hingga 29 Maret 2026, seiring puncak arus mudik nasional.
500 Posko Disiagakan, Respons Gangguan Dipercepat
Sebagai bagian dari strategi nasional, Kemkomdigi bersama operator seluler telah mengoperasikan sekitar 500 posko telekomunikasi di berbagai daerah. Posko ini menjadi garda terdepan dalam memantau sekaligus menangani gangguan jaringan secara cepat.
Efektivitas sistem ini telah teruji saat momen Pengerupukan pada 19 Maret lalu di Bali. Lonjakan trafik sempat terjadi akibat meningkatnya aktivitas masyarakat, namun berhasil dikendalikan.
Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) bersama operator bergerak cepat, dengan lebih dari 90 persen keluhan langsung diselesaikan di lapangan.
Ngurah Rai Jadi Tolok Ukur Nasional
Peninjauan di Bandara Ngurah Rai bukan tanpa alasan. Bandara ini menjadi salah satu titik dengan tekanan trafik tertinggi, baik dari sisi penumpang maupun penggunaan data digital.
Keberhasilan menjaga kualitas jaringan di lokasi ini dinilai menjadi indikator penting kesiapan nasional dalam menghadapi puncak mudik.
Poin Penting
1. Meutya Hafid pastikan jaringan mudik stabil dan aman
2. Kecepatan nasional: 95 Mbps (unduh), 42 Mbps (unggah)
3. Bali capai 105 Mbps, Ngurah Rai tembus 200–250 Mbps
4. Interferensi frekuensi sangat minim (<30 detik)
5. 500 posko telekomunikasi disiagakan nasional
6. >90% gangguan berhasil ditangani cepat
7. Pengawasan berlangsung hingga 29 Maret 2026
Langkah aktif Meutya turun langsung ke lapangan mempertegas bahwa stabilitas jaringan mudik bukan sekadar klaim, melainkan hasil pengawasan ketat dan kesiapan sistem yang terukur di titik-titik paling sibuk di Indonesia.






