Ketua Harian RUMAH HEBAT NUSANTARA Apresiasi Kapolres Kabupaten Bekasi, Tekankan Keadilan Sosial sebagai Kunci Kamtibmas

BEKASI — Dalam hangatnya nuansa pasca Idul Fitri 1447 Hijriah, Kabupaten Bekasi kembali merajut simpul-simpul persatuan yang sempat mengendur oleh waktu. Bertempat di SHSD Sambel Hejo, jajaran Polres Metro Bekasi menggelar Halal Bihalal dan Silaturahmi bersama Ormas, LSM, serta elemen strategis masyarakat, Selasa (31/3/2026).

Lebih dari sekadar seremoni, pertemuan ini menjelma menjadi ruang kontemplasi kolektif, sebuah panggung kebersamaan untuk meneguhkan harmoni sosial di tengah pusaran zaman yang kian kompleks dan penuh dinamika.

Puluhan organisasi hadir, mulai dari Pemuda Pancasila MPC Kabupaten Bekasi, Aliansi Ormas Bekasi (AOB), Garda Bekasi, Laskar Merah Putih, Garda Pasundan, DPC WBI Kabupaten Bekasi, dan masih banyak yang lainnya. Mereka datang bukan sekadar membawa atribut dan identitas, melainkan satu napas yang sama: menjaga keutuhan, merawat ketertiban, dan meneguhkan kedamaian di tanah industri yang sarat kepentingan ini.

Kegiatan ini berakar kuat pada amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menegaskan fungsi Polri sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegak hukum, serta pelindung dan pengayom rakyat. Lebih dari itu, sinergi lintas elemen menjadi pengejawantahan nyata dari semangat partisipasi publik dalam menjaga stabilitas sosial bangsa.

Dalam sambutannya, Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., selaku Kapolres Metro Bekasi menegaskan dengan nada tegas namun bersahaja,
“Kami tidak dapat berjalan sendiri. Stabilitas kamtibmas adalah tanggung jawab bersama. Ormas adalah mitra strategis. Persatuan adalah benteng terkuat bangsa ini.”

Ia mengajak seluruh elemen untuk menanggalkan ego sektoral dan merajut kepentingan bersama demi Bekasi yang aman, damai, dan produktif. Menurutnya, keseimbangan ekonomi menjadi kunci meredam potensi kriminalitas “yang kuat merangkul yang lemah, yang mampu menguatkan yang tertatih,” Ungkap Kapolres Metro Bekasi.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan melalui langkah-langkah produktif seperti budidaya perikanan, peternakan, hingga pertanian mandiri. Upaya ini, lanjutnya, dapat bersinergi dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam mendukung agenda pembangunan. Tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Iwan Setiawan, S.Sos (yang akrab disapa Iwan Lentik) menegaskan komitmen organisasinya,
“Pemuda Pancasila berdiri tegak di atas nilai-nilai Pancasila. Loyalitas kami kepada NKRI adalah harga mati.”
Pernyataan ini menjadi penegas bahwa organisasi kemasyarakatan bukanlah ancaman, melainkan pilar sosial yang mampu menjaga moralitas dan stabilitas bangsa jika diarahkan secara konstruktif. Jelas Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, Damin Sada, Ketua Umum Jawara Jaga Kampung (Jajaka), mengingatkan bahwa kekuatan sejati sebuah wilayah terletak pada kesadaran kolektif warganya,
“Kampung yang kuat lahir dari masyarakat yang sadar akan tanggung jawab sosialnya. Harmoni adalah benteng yang tak terlihat, namun paling kokoh.”

Pesan reflektif juga disampaikan oleh Doni Ardon, Sekjen AOB,
“Ormas harus hadir sebagai solusi, bukan sumber persoalan. Kita adalah garda terdepan persatuan, bukan pemantik perpecahan.”

Di penghujung acara, Ketua Harian RUMAH HEBAT NUSANTARA, Moh Cahyadi atau Den Cupank, memberikan apresiasi mendalam atas langkah Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., Ia menilai pendekatan yang menjunjung pemerataan (baik ekonomi, sosial, maupun derajat kemanusiaan) selaras dengan ruh falsafah daerah.

Mengutip makna luhur “Swatantra Wibawa Mukti”, ia menegaskan bahwa kemajuan sejati adalah ketika manusia dimanusiakan tanpa kehilangan martabatnya.

Namun di balik gemerlapnya julukan “Kota Metrodollar”, Den Cupank mengingatkan adanya ironi sosial yang masih membayangi, ketimpangan yang menjadi pekerjaan rumah bersama agar kemiskinan ekstrem yang melanda masyarakatnya seperti yang pernah dilontarkan oleh salah satu anggota Legislatif Kabupaten Bekasi beberapa waktu lampau segera dapat teratasi.

Menurutnya, pendekatan budaya dan kekeluargaan adalah kunci meredam potensi konflik di tengah masyarakat Bekasi yang majemuk. Dari kampung-kampung sederhana, dari ruang-ruang kebersamaan yang tulus, benih kebangkitan Nusantara justru dapat tumbuh.

Pada akhirnya, Kabupaten Bekasi bukan sekadar hamparan beton dan deru industri. Ia adalah mozaik keberagaman, tempat di mana aparat, ormas, dan masyarakat saling menenun harapan. Pungkasnya.

Silaturahmi ini bukan hanya temu raga, melainkan temu jiwa. Sebuah ikhtiar sunyi namun bermakna, untuk menjaga Indonesia dari titik sentral Kebangkitan Nusantara yakni Kabupaten Bekasi, dari hati yang masih percaya bahwa persatuan adalah jalan paling mulia.
(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *