HNW Desak OKI Ambil Langkah Nyata atas Penutupan Masjid Al-Aqsha oleh Israel

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengecam keras tindakan Israel yang menutup akses umat Islam ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem selama beberapa hari terakhir. Penutupan tersebut bahkan disertai pelarangan pelaksanaan salat Jumat di kompleks masjid yang menjadi salah satu situs suci umat Islam itu.

Menurut Hidayat, langkah Israel tersebut merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan karena menghalangi umat Islam menjalankan ibadah, terlebih pada bulan Ramadan ketika aktivitas keagamaan di Masjid Al-Aqsa biasanya meningkat, termasuk pelaksanaan salat tarawih.

Ia menyebut laporan media internasional dan sejumlah organisasi ulama Palestina menyebutkan bahwa penutupan Masjid Al-Aqsa sudah berlangsung sekitar enam hari. Kondisi itu membuat umat Islam tidak dapat melaksanakan ibadah secara normal di kawasan tersebut.

Hidayat yang akrab disapa HNW menilai situasi ini harus menjadi perhatian serius dunia Islam, khususnya Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Ia meminta organisasi yang beranggotakan negara-negara mayoritas Muslim tersebut segera mengambil langkah konkret untuk melindungi Masjid Al-Aqsa.

Menurutnya, OKI sejak awal didirikan memang memiliki latar belakang kuat untuk menjaga dan melindungi keberadaan Masjid Al-Aqsa. Karena itu, ia berharap organisasi tersebut tidak hanya menyampaikan kecaman, tetapi juga mendorong tindakan nyata melalui jalur diplomasi internasional.

HNW juga menyoroti alasan yang disampaikan Israel terkait penutupan masjid yang dikaitkan dengan situasi keamanan dan kekhawatiran serangan balistik dari Iran. Ia menilai alasan tersebut tidak adil dan diskriminatif, karena di sisi lain kegiatan pendidikan keagamaan Yahudi masih tetap berjalan.

Selain mendorong OKI bertindak, HNW juga meminta negara-negara anggota organisasi tersebut untuk menggalang dukungan di forum internasional, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia mengingatkan bahwa badan kebudayaan PBB, UNESCO, sebelumnya telah mengeluarkan resolusi yang menyatakan kompleks Masjid Al-Aqsa sebagai warisan budaya yang berkaitan erat dengan umat Islam.

“Keputusan internasional itu seharusnya dihormati dan tidak boleh dilanggar. Karena itu OKI perlu melibatkan PBB dan UNESCO agar perlindungan terhadap Masjid Al-Aqsa benar-benar dijalankan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

HNW juga menyinggung adanya berbagai kekhawatiran mengenai masa depan Masjid Al-Aqsa yang disampaikan sejumlah tokoh internasional, termasuk komentator politik Amerika Serikat Tucker Carlson. Menurutnya, berbagai pernyataan tersebut semakin menunjukkan pentingnya langkah serius dari dunia internasional untuk menjaga situs suci tersebut.

Di sisi lain, ia mengajak umat Islam di Indonesia untuk terus menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina dan Masjid Al-Aqsa. HNW juga mendorong organisasi kemasyarakatan Islam seperti Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta Dewan Masjid Indonesia untuk ikut menyuarakan pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsa.

Ia berharap dukungan tersebut tidak hanya berupa pernyataan, tetapi juga doa bersama dan kegiatan keagamaan yang menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan Masjid Al-Aqsa dan umat Islam di Palestina.

“Solidaritas umat Islam sangat penting agar Masjid Al-Aqsa tetap terjaga dan dapat terus digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam,” kata HNW.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *