Hamka Baco Kady Soroti Kenaikan Avtur dan Dampaknya pada Tiket Pesawat: Jangan Hambat Perputaran Ekonomi

JAKARTA –  Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady menyoroti lonjakan harga avtur yang berdampak langsung terhadap kenaikan tiket pesawat di Indonesia. Hamka mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan kondisi ini berlarut-larut karena berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat dan memperlambat perputaran ekonomi nasional.

Dalam wawancara dengan wartawan, Hamka mengaitkan kenaikan harga avtur dengan dinamika geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi harga energi dunia.

Bacaan Lainnya

“Oleh karena itu ya kita berharap saja mudah-mudahan geopolitik dan perang antara Amerika, Israel dengan Iran itu bisa selesai. Kami dengar tadi pagi gencatan senjata itu sudah mulai dilaksanakan dan sudah disetujui. Mudah-mudahan seperti itu. Kalau ini berjalan normal kembali, saya kira akan kembali dalam mekanisme pasar yang ada,” ujar Hamka seperti dikutip di Instagram miliknya, Jakarta, Senin.(13/4/2026).

Tekanan Global Picu Kenaikan Avtur

Harga avtur sebagai turunan dari minyak mentah sangat sensitif terhadap kondisi geopolitik. Ketegangan di kawasan Timur Tengah—yang menjadi salah satu pusat produksi energi dunia—telah mendorong kenaikan harga minyak global dalam beberapa waktu terakhir.

Sejumlah data menunjukkan:

1. Harga minyak mentah dunia sempat mengalami kenaikan signifikan akibat konflik geopolitik

2. Avtur, yang merupakan komponen biaya terbesar dalam operasional maskapai (sekitar 30–40%), ikut terdorong naik

3. Maskapai penerbangan menyesuaikan harga tiket untuk menutup kenaikan biaya operasional

Di Indonesia, kondisi ini diperparah dengan struktur pasar avtur yang masih terbatas, sehingga fleksibilitas harga menjadi lebih sempit dibandingkan negara lain.

Dampak Langsung: Tiket Pesawat Melambung

Kenaikan harga avtur berdampak langsung pada harga tiket pesawat domestik maupun internasional. Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat mengeluhkan:

1. Harga tiket yang melonjak, terutama pada rute-rute populer

2. Penurunan daya beli masyarakat untuk transportasi udara

3. Perubahan pola perjalanan, termasuk beralih ke moda transportasi lain

Hamka mengingatkan bahwa kondisi ini tidak bisa dianggap sepele karena sektor transportasi udara memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan konektivitas antarwilayah.

Peringatan untuk Pemerintah

Sebagai mitra pengawasan sektor transportasi, Komisi V DPR RI menilai pemerintah harus hadir secara aktif dalam merespons situasi ini.

“Namun demikian tentu juga pemerintah harus melihat dan memperhatikan hal-hal itu. Jangan sampai gara-gara misalnya terlalu tinggi naiknya sehingga perputaran ekonomi dari sisi transportasi juga itu bisa terhambat,” tegas Hamka.

Menurutnya, kenaikan yang tidak terkendali dapat menimbulkan efek domino, seperti:

1. Penurunan jumlah penumpang pesawat

2. Lesunya sektor pariwisata

3. Terganggunya distribusi barang dan jasa

3. Harapan pada Stabilitas Global dan Mekanisme Pasar

Lebih laniut, Hamka berharap situasi geopolitik global segera membaik agar harga energi, termasuk avtur, kembali stabil. Ia menilai jika kondisi internasional kembali normal, maka harga akan mengikuti mekanisme pasar secara alami.

“Kalau ini berjalan normal kembali, saya kira akan kembali dalam mekanisme pasar yang ada,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap harus mengambil langkah antisipatif, seperti:

1. Mengkaji ulang struktur harga avtur

2. Mendorong efisiensi distribusi energi

3. Memastikan persaingan yang sehat dalam penyediaan bahan bakar penerbangan

4. Fungsi Pengawasan DPR Ditekankan

Hamka menegaskan bahwa DPR, khususnya Komisi V DPR RI, akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan transportasi, termasuk dampak kenaikan avtur terhadap masyarakat.

Ia menilai keseimbangan antara kepentingan industri dan perlindungan konsumen harus dijaga agar sektor transportasi tetap menjadi penggerak ekonomi, bukan justru menjadi beban.

Kenaikan harga avtur bukan hanya persoalan industri penerbangan, tetapi juga menyangkut kepentingan masyarakat luas. Dengan tingginya ketergantungan pada transportasi udara di negara kepulauan seperti Indonesia, stabilitas harga menjadi kunci menjaga konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Pernyataan Hamka Baco Kady menjadi pengingat bahwa di tengah tekanan global, kebijakan nasional harus tetap berpihak pada kelancaran mobilitas dan daya beli masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *