Habib Aboe Reses ke Polres HST: Kita Minta Kepolisian Tidak Beri Ruang Sedikitpun bagi Pelaku Perusak Lingkungan

Reses ke Polres HST, Habib Aboe Bakar Alhabsyi: Polri Harus Jadi Penjaga Meratus dan Zero Tolerance Narkoba

BARABAI – Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menekankan pentingnya peran kepolisian dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pemberantasan narkoba di wilayah hukum Hulu Sungai Tengah (HST). Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Reses yang berlangsung di Aula Polres HST, (19/12)

Dihadapan Pejabat Utama (PJU) dan seluruh Kapolsek jajaran Polres HST, pria yang akrab disapa Habib Aboe ini memberikan peringatan keras terkait upaya konservasi Pegunungan Meratus. Ia mengingatkan bahwa kerusakan hutan adalah hulu dari bencana besar yang mengancam nyawa masyarakat.

Habib Aboe meminta Polri belajar dari pengalaman pahit bencana alam yang terjadi di Sumatera dan Aceh. Menurutnya, ketika hutan digunduli dan keseimbangan alam terganggu, maka bencana alam tinggal menunggu waktu untuk menghantam pemukiman.

“Kita sudah mendapat pembelajaran berharga dari bencana di Sumatera dan Aceh. Saat hutan digunduli, maka itu akan membawa bencana di tengah masyarakat. Saya minta segenap jajaran kepolisian di HST menjadi penjaga Meratus yang tangguh,” tegas Habib Aboe di hadapan jajaran Polres HST.

Ia juga meminta agar kepolisian tidak memberikan ruang sedikitpun bagi para pelaku perusak lingkungan. “Tidak ada toleransi untuk perusak lingkungan di area konservasi. Hukum harus tegak lurus untuk melindungi paru-paru dunia kita ini,” tambahnya.

Selain isu lingkungan, Sekjen PKS ini juga menyoroti maraknya peredaran gelap narkotika di wilayah HST. Ia mengungkapkan kekhawatirannya atas banyaknya temuan sabu hingga obat-obatan terlarang jenis daftar G yang mulai merambah ke berbagai lapisan masyarakat.
Habib Aboe Bakar menegaskan bahwa Polri harus menerapkan prinsip zero tolerance (nol toleransi) terhadap jaringan narkoba. Ia meminta agar penindakan tidak hanya menyasar pemakai, tetapi memutus rantai peredaran hingga ke akarnya.
“Narkoba berupa sabu dan daftar G sudah banyak dijumpai di tengah masyarakat. Ini sangat membahayakan generasi kita. Polri harus zero tolerance terhadap peredaran narkoba ini. Jangan beri celah sedikitpun,” tegasnya.

Kunjungan kerja ini ditutup dengan diskusi interaktif mengenai kendala lapangan yang dihadapi oleh para Kapolsek di wilayah HST. Habib Aboe berjanji akan membawa aspirasi dan kebutuhan penguatan infrastruktur keamanan di Polres HST ke tingkat pusat guna mendukung kinerja Polri yang lebih maksimal.

Sementara itu, Kapolres HST menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen untuk menindaklanjuti instruksi terkait pelestarian Meratus serta penguatan operasi pemberantasan narkoba di wilayah “Bumi Murakata”.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *