Habib Aboe: Jaringan Narkoba di Bali Kian Terorganisir, Perlu Sinergi Kuat BNN dan Lapas

DENPASAR — Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pola peredaran narkoba di Bali yang dinilai semakin kompleks dan terorganisir layaknya jaringan bisnis modern.

Pernyataan tersebut disampaikan usai kunjungan kerja Komisi III DPR RI di Kota Denpasar, tepatnya di lingkungan Kejaksaan Tinggi Bali, Jumat (10/4/2026).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pola distribusi narkotika saat ini tidak lagi bersifat sederhana, melainkan sudah berlapis dan terstruktur.

“Peredaran narkoba ini sudah seperti sistem MLM. Ada level bandar, ada manajer lapangan, sampai pengedar di tingkat bawah. Ini jaringan yang rapi dan terorganisir,” ujarnya.

Ia menilai, struktur berjenjang tersebut membuat jaringan narkoba semakin sulit diberantas karena memiliki sistem kerja yang menyerupai organisasi profesional dengan alur distribusi yang jelas.

“Ini bukan lagi kejahatan biasa. Ini sudah menjadi bisnis besar dengan perputaran uang yang sangat tinggi,” tegasnya.

Soroti Peran Lapas dalam Rantai Peredaran

Habib Aboe juga menyoroti potensi peredaran narkoba yang masih dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, celah tersebut harus segera ditutup melalui pengawasan yang lebih ketat.

“Jangan sampai lapas justru menjadi pusat kendali jaringan. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” katanya.

Ia menekankan bahwa penguatan pengawasan internal lapas menjadi bagian penting dalam strategi pemberantasan narkoba secara menyeluruh.

Dorong Kolaborasi Lintas Lembaga

Untuk memutus rantai peredaran yang semakin kompleks, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara Badan Narkotika Nasional dan institusi pemasyarakatan.

“Harus ada kolaborasi kuat antara BNN dan lapas. Kalau tidak solid, jaringan ini akan terus berkembang dan sulit diputus,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi lintas lembaga tidak hanya diperlukan dalam penindakan, tetapi juga dalam pertukaran data dan pengawasan terpadu.

DPR Akan Perkuat Pengawasan

Habib Aboe memastikan bahwa Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap aparat penegak hukum dalam upaya pemberantasan narkoba.

“Ini ancaman nyata bagi bangsa. Kita tidak boleh kalah dari jaringan narkoba,” tegas politisi Fraksi PKS tersebut.

Ia berharap, langkah kolaboratif dan penguatan sistem pengawasan dapat menjadi kunci dalam menekan peredaran narkoba, khususnya di Bali yang menjadi salah satu wilayah strategis dengan mobilitas tinggi.

Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan komitmen DPR RI untuk terus mendorong penanganan serius terhadap kejahatan narkotika yang semakin berkembang dengan pola terstruktur dan lintas jaringan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *