Type to search

Food

DPR Minta Menteri Risma Libatkan Karang Taruna Perbaiki Data Penerima Bansos

Share

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Samsu Niang mendukung Kementerian Sosial memperbaiki data penerima bantuan sosial (Bansos) bagi seluruh masyarakat Indonesia di tengah Pandemi Covid-19.

Bagi Samsu, data akurat nan up date sebagai solusi kekisruan pembagian bansos pemerintah ke masyarakat yang membutuhkan.

Untuk itu, Samsu meminta Menteri Sosial Tri Rismaharini memperbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara berkala agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“Saya kira, Ibu Menteri (Tri Rismaharini) akan memperbaiki data DTSK secara cepat. Itu dalam rangka, ke depannya orang-orang yang mendapatkan bantuan kemiskinan itu tepat sasaran,” kata Samsu usai menggelar rapat dengan Meteri Sosial Tri Rismaharini, Rabu (14/1/2020) kemarin.

Politisi PDI Perjuangan asal Dapil Sulsel II ini menjelaskan, DTSK Kemensos sudah sangat akurat tinggal data yang ada di-update sehingga benar-benar yang menerima bantuan pekerja yang berdampak Pandemi Covid-19.

“Apalagi Ibu Menteri sudah menjelaskan, akan melibatkan perguruan tinggi dalam rangka untuk memformulasi data yang ada agar betul-betul akurat,” terang Samsu.

Selain melibatkan perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia (UI), Samsu mengusulkan melibatkan Tenaga Kerja Sosial Kecamat (TKSK). Ia yakin, dengan kolaborasi di tengah masyarakat persoalan sosial masyarakat segera diatasi dengan baik.

“Yang Paling tepat untuk dipakai adalah pilar-pilar sosial yang ada di lapangan. Banyak pilar sosial, ada Karang Taruna, ada TKSK, ada pendamping PKH (Program Keluarga Harap). Saya kita ini adalah potensi yang perlu dilibatkan untuk akumulasi data yang tepat sasaran. Karena yang paham betul tentang orang miskin di lapangan ya mereka itu, mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat,” jelasnya.

Seperti diwartakan, di mana jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH) di tahun 2021 ini tetap sama dari tahun 2020 sebelumnya yakni 10 juta KPM.

Sementara pada program bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) akan disalurkan pada 18,8 juta penerima. Dan untuk bantuan di wilayah Jabodetabek yang tahun 2021 ini akan diubah menjadi bantuan langsung tunai. (HMS)

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *