Type to search

Aktivis

DPP KNPI Nilai Pemerintah Tidak Punya Hati Nurani Larang Rakyat Mudik Lebaran

Share

JAKARTA – Wakil Sekjend Bidang Pemuda dan Olahraga DPP KNPI Redim Okto Fudin menilai Pemerintah tidak punya hati nurani di masa Pandemi Covid-19 yang melarang masyarakat mudik lebaran 2021. Bagi Redim, langkah pemerintah itu menyakiti hati rakyat yang ingin bertemu keluarga di kampung.

Menurut Redim, seharusnya pemerintah memberi kelonggaran kepada warga melakukan mudik lebaran dengan Protokol Kesehatan (Prokes). Sementara di sisi lain, pemerintah mengizinkan WNA (warga negara asing) masuk RI.

“Pemerintah melalui Satgas Covid-19 melarang habis-habisan warganya untuk pulang ke kampung halaman bertemu orang tua, keluarga dan kerabat dalam merayakan Idul Fitri 1442 Hijriah dan melakukan penyekatan secara luas,” kata Redim pada Wartawan Lintas Parlemen, Senin (10/5/2021).

“Melonggarnya sikap Pemerintah terhadap WNA asal Tiongkok yang sangat mudah masuk ketanah air, sangat melukai perasaan masyarakat Indonesia. Saya melihat Pemerintah kurang bijak dan lebih-lebih tidak punya hati nurani terhadap situasi di masa pandemi ini,” sambung Redim.

Banyak yang janggal dari kebijakan larangan mudik. Mengingat banyak WNA diberi izin masuk RI.

“Di satu sisi warganya dilarang mudik, di sisi lain WNA Tiongkok khususnya dengan mudah masuk ke Tanah Air. Walaupun Pemerintah punya Alasan Mlmasuknya WNA China untuk Menangani Proyek Strategis Nasional, juga tidak bisa dan tepat dijadikan alasan… Mendesaknya Proyek Strategis Ini Seperti Apa Sih..?????????Apalagi di antara rombongan WNA China itu ada 2 orang yang positif Covid-19,” jelas Redim.

“Sedangkan di tanah air sendiri banyak event olahraga dan kepemudaan yang tertunda kegiatannya. Di mana lewat kegiatan tersebutlah atlet olahraga dan pemuda cerdas tercipta. Inilah yang saya katakan Pemerintah tidak punya hati nurani dalam mengambil keputusan. Terlebih lagi di masa Pandemi Covid-19 dan Larangan uudik yang egitu TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif),” tutup Redim.  (Jon)

 

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *