BEKASI – terkait beredarnya video viral pernyataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas yang menyamakan suara adzan dengan gonggongan anjing membuat negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam mendadak gaduh. Pernyataan Yaqut tersebut menuai kritik dimana-mana, diawali oleh aksi unjuk rasa (demonstrasi) oleh Aliansi Aktivis ’98 dan FBR beberapa waktu lalu di depan kantor Pusat Kementerian Agama di Jakarta.
Bukan hanya organisasi aktivis nasionalis yang merasa terusik karena pernyataan Menag, gabungan organisasi Islam di berbagai pelosok Indonesia pun beramai-ramai menyuarakan kesakithatiannya dengan menggelar aksi unjuk rasa, tak terkecuali dengan ratusan massa yang tergabung di Aliansi Muslimah Bekasi yang hari ini, Sabtu (05/3/2022) melakukan unras di Plasa Ka’bah Islamic Center Kota Bekasi.
Ditengah guyuran hujan massa yang mayoritas terdiri dari kaum perempuan dengan lantang teriakkan “PECAT YAQUT SEBAGAI MENTERI AGAMA, SEGERA PROSES HUKUM KARENA DIDUGA TELAH MENISTAKAN AGAMA”.
Sang orator, Ketum Jaringan Wanita Nusantara (Jawara) Aini Kartaatmaja mengatakan, “sangat tidak layak seorang Menteri Agama menyamakan suara adzan dengan gonggongan anjing, seperti tak ada bahasa lain yang lebih sopan dan berpendidikan saja. Seseorang yang patut diangkat jadi Menteri itu adalah orang yang berpendidikan tinggi, orang ilmunya mumpuni dalam segala aspek termasuk perbendaharaan kata. dia gak pantas menjabat sebagai Menteri, pecat segera Yaqut sang Menteri Agama karena pernyataanya telah menyakiti hati Jutaan Ummat Muslim negeri ini.” Jelas Aini.
Dalam kesempatan yang sama Koordinator Lapangan (korlap) aksi, Ummi Arofah mengatakan “kami kaum perempuan yang tergabung di ALIANSI MUSLIMAH BEKASI merasa terpanggil untuk turun gunung karena negeri ini ada yang membikin berisik dan gaduh, pernyataan seorang Menteri Agama kok malah bikin sakit hati Ummat Muslim, sangat tidak layak seorang Menteri menganalogikan suara adzan dengan gonggongan anjing karena hal tersebut dapat mengganggu kondusifitas stabilitas nasional. Menteri seperti itu seharusnya dipecat, kemudian diproses hukum atas dugaan penistaan agama.” Tegas Ummi Arrofah.
“Sekali lagi kami tekankan kepada pemerintah untuk segera pecat Yaqut sebagai Menteri Agama, pernyataannya menyiratkan saya akan Surat Al Maidah ayat 58 yang memiliki arti
“Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (melaksanakan) salat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.” Pungkas Ummi Arrofah.
(red)