Cornelis Pastikan Kesiapan Energi di Jawa Timur Jelang Idulfitri

SURABAYA — Anggota Komisi XII DPR RI sekaligus anggota Badan Anggaran DPR RI, Cornelis, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Jawa Timur untuk memastikan kesiapan pasokan bahan bakar dan listrik menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026) itu dilakukan bersama jajaran Komisi XII DPR RI dengan meninjau langsung kesiapan sektor energi di wilayah tersebut.

Dalam agenda tersebut, rombongan DPR RI bertemu dengan sejumlah pemangku kepentingan sektor energi, di antaranya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, BPH Migas, PT PLN (Persero), serta PT Pertamina Patra Niaga. Pertemuan ini bertujuan memastikan kecukupan pasokan energi, kualitas layanan, serta kelancaran distribusi BBM dan LPG subsidi selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.

Menurut Cornelis, pengawasan langsung ke daerah penting dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi.

“Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin menjelang Lebaran, tetapi juga bentuk pengawalan terhadap kebijakan strategis pemerintah agar masyarakat dapat mudik dengan tenang. Listrik harus tetap stabil dan bahan bakar harus tersedia cukup di seluruh jalur distribusi,” ujar Cornelis saat pertemuan di kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur di Surabaya.

Ia menjelaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran penting dalam sistem kelistrikan nasional karena menjadi bagian dari jaringan interkoneksi Jawa–Madura–Bali (Jamali). Dengan jumlah penduduk yang besar serta potensi kedatangan jutaan pemudik selama musim Lebaran, kebutuhan listrik di wilayah ini diperkirakan meningkat signifikan.

Karena itu, Cornelis meminta PLN memastikan seluruh pembangkit, jaringan transmisi, serta sistem distribusi berada dalam kondisi optimal guna menghindari gangguan listrik.

“Jawa Timur merupakan salah satu titik penopang utama sistem Jamali. Jika terjadi gangguan saat beban listrik meningkat di masa mudik, dampaknya bisa meluas ke wilayah lain. Karena itu, kesiapan pembangkit dan jaringan transmisi harus benar-benar dijaga agar tidak terjadi pemadaman,” tegasnya.

Selain sektor kelistrikan, perhatian juga diberikan pada kesiapan distribusi BBM dan LPG. Jawa Timur diketahui menjadi salah satu pusat distribusi energi yang melayani wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, hingga sebagian kawasan Indonesia Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Cornelis juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap penyaluran subsidi energi, khususnya BBM dan LPG 3 kilogram.

Sebagai anggota Badan Anggaran DPR RI, ia menegaskan bahwa kuota subsidi yang telah ditetapkan dalam APBN harus dijaga agar tidak disalahgunakan.

“Subsidi BBM dan LPG 3 kilogram adalah hak masyarakat kecil. Karena itu distribusinya harus tepat sasaran dan tidak boleh terjadi penyimpangan, terutama saat konsumsi meningkat di masa Lebaran,” ujarnya.

Kunjungan kerja ini ditutup dengan rapat koordinasi antara Komisi XII DPR RI dan para pemangku kepentingan sektor energi guna mematangkan langkah antisipasi menghadapi lonjakan kebutuhan energi selama periode Idulfitri, sekaligus memastikan pelayanan energi tetap aman dan stabil bagi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *