Bintang Muda Indonesia DKI Jakarta Soroti Kasus Amsal Sitepu–Said Didu, Dorong Perlindungan Pekerja Ekraf

JAKARTA – Bintang Muda Indonesia (BMI) DKI Jakarta menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika kasus yang melibatkan Amsal Sitepu dan Said Didu, sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan terhadap pekerja ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif & Pembinaan UMKM DPD BMI DKI Jakarta Dimas H. Pribadi menilai, kasus tersebut tidak hanya menjadi perhatian publik semata, tetapi juga mencerminkan kondisi yang lebih luas mengenai kebebasan berpendapat, keadilan, serta penghargaan terhadap kontribusi individu di ruang publik.

Bacaan Lainnya

Menurut Dimas, selama ini para pelaku ekonomi kreatif masih kerap berada dalam posisi yang kurang mendapatkan apresiasi yang layak. Padahal, sektor ini memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, inovasi, hingga penguatan identitas budaya bangsa.

“Banyak pekerja ekonomi kreatif telah berkontribusi secara nyata, namun masih menghadapi tantangan berupa minimnya pengakuan, perlindungan, dan dukungan yang memadai,” ujar Dimas dalam keterangan tertilisnya, Jakarta, Ahad (5/4/2026).

Ia menegaskan, kasus yang tengah berkembang harus menjadi momentum refleksi bersama bahwa setiap individu—termasuk pekerja ekraf—berhak memperoleh penghormatan atas karya, gagasan, dan perannya di ruang publik. Karena itu, ekosistem ekonomi kreatif dinilai perlu dibangun secara lebih adil, inklusif, dan berpihak kepada para pelaku.

BMI DKI Jakarta juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang transparan, objektif, dan berkeadilan dalam menyikapi kasus tersebut. Semua pihak, kata Dimas, harus mendapatkan perlakuan yang setara di hadapan hukum tanpa adanya diskriminasi atau tekanan dari pihak mana pun.

Dalam kesempatan itu, BMI turut menyampaikan apresiasi kepada Kawendra Lukistian atas komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi pekerja ekonomi kreatif. Kepemimpinan yang berpihak pada pelaku ekraf dinilai penting untuk memastikan suara mereka didengar dan dihargai secara layak.

BMI DKI Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang publik yang sehat, saling menghormati, serta mendukung keberlangsungan sektor ekonomi kreatif yang berkeadilan.

“Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis sektor ekonomi kreatif dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi besar bagi bangsa,” tutup Dimas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *