JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) nasional memperkuat konsolidasi pengelolaan zakat melalui kegiatan Silaturahmi Halal Bihalal Fundraising 1447 H yang digelar di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Momentum pasca-Idulfitri ini dimanfaatkan sebagai ruang strategis untuk menyatukan langkah antar-lembaga dalam meningkatkan efektivitas penghimpunan dan pendistribusian zakat secara nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa sinergi antara BAZNAS dan LAZ menjadi fondasi utama dalam mengoptimalkan potensi zakat Indonesia yang sangat besar. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih terarah dan berbasis dampak.
“Zakat tidak cukup hanya dihimpun dalam jumlah besar, tetapi harus dikelola dengan strategi yang tepat agar benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Di sinilah pentingnya kolaborasi yang kuat antara BAZNAS dan LAZ,” ujar Sodik.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi dalam metode fundraising, serta ketepatan program pemberdayaan menjadi faktor krusial dalam memastikan zakat mampu menjadi instrumen pembangunan sosial yang efektif.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghafur, menyoroti pentingnya integrasi sistem dan pemanfaatan data dalam tata kelola zakat.
Menurutnya, ekosistem zakat yang terintegrasi akan meningkatkan akurasi penyaluran kepada mustahik serta memperkuat kepercayaan publik.
“Kita perlu memastikan bahwa zakat dikelola berbasis data yang valid, sehingga penyalurannya tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menekankan pentingnya perencanaan besar (grand design) dalam pendistribusian zakat. Ia menilai, zakat harus diarahkan pada program-program strategis yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.
“Ke depan, kita perlu memastikan bahwa zakat tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga transformatif, mampu mengangkat kesejahteraan umat secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Dukungan terhadap penguatan kolaborasi ini juga datang dari kalangan LAZ. Perwakilan Rumah Zakat mengapresiasi inisiatif BAZNAS dalam membuka ruang sinergi yang lebih inklusif antar lembaga zakat.
Melalui forum ini, BAZNAS dan LAZ nasional berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan zakat, sekaligus memperluas dampaknya dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Kegiatan ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk unsur pemerintah, organisasi masyarakat, serta perwakilan lebih dari 50 LAZ dari berbagai daerah di Indonesia.






