BAZNAS Bersama HARPI Melati Kabupaten Bekasi Menjahit Kemandirian Perempuan Lewat Pelatihan Tata Rias 2025

BEKASI — Di tengah denyut zaman yang menuntut kemandirian dan kreativitas, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bekasi kembali menegaskan perannya sebagai lokomotif pemberdayaan umat. Pada Senin, 22 Desember 2025, BAZNAS bersama HARPI Melati Kabupaten Bekasi resmi membuka Pelatihan Tata Rias Wajah Tahun 2025, sebuah ikhtiar nyata dalam pendayagunaan zakat produktif untuk meningkatkan keterampilan dan martabat ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan, selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Pelatihan yang digelar di Aula Gedung BAZNAS Kabupaten Bekasi ini diikuti oleh 40 peserta terpilih dan dilaksanakan selama tiga hari, 22–24 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan ketiga kalinya setelah sukses diselenggarakan pada tahun 2023 dan 2024, menjadi bukti kesinambungan program yang berorientasi pada penguatan sumber daya manusia dan penciptaan usaha mandiri berbasis keterampilan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Aminulloh, S.E., kepada awak media menyampaikan pesan tegas sekaligus penuh harapan. Ia menekankan pentingnya kesungguhan peserta dalam mengikuti pelatihan yang waktunya relatif singkat namun sarat makna.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang terpilih. Manfaatkan tiga hari ini dengan sungguh-sungguh, ikuti hingga selesai tanpa izin, agar ilmu yang diberikan benar-benar menjadi bekal kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aminulloh menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar ruang belajar teknis, melainkan pintu pembuka masa depan. “Harapan kami, setelah pelatihan ini peserta mampu membuka jasa tata rias secara mandiri dan mempromosikannya di lingkungan masing-masing. Inilah esensi zakat produktif, mengubah mustahik menjadi pribadi yang berdaya dan mandiri,” tegasnya, sejalan dengan prinsip pemberdayaan berkelanjutan dalam regulasi pengelolaan zakat nasional.

Kolaborasi strategis dengan Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kabupaten Bekasi menjadi kekuatan utama pelatihan ini. Ketua HARPI Melati Kabupaten Bekasi, Hj. Retno Rayung Wulan, menuturkan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk membentuk keterampilan, tetapi juga karakter profesional. “Kami berharap peserta memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, etika profesi, serta kepercayaan diri untuk bersaing di dunia jasa tata rias yang semakin kompetitif,” ungkapnya.

Dari tingkat akar rumput, dukungan juga mengalir kuat. Ketua HARPI Melati Ranting Cikarang, Ibu Karsiyah, menyampaikan bahwa keterlibatan ranting merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam membangun kualitas SDM lokal. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peserta di Cikarang dan sekitarnya. Semoga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dan berkembang menjadi usaha mandiri yang berkelanjutan,” tuturnya penuh optimisme.

Pada hari pertama, peserta dibekali materi dasar tata rias wajah sehari-hari, mulai dari pengenalan alat dan kosmetik hingga teknik pengaplikasian yang tepat. Teori yang disampaikan langsung diuji melalui praktik mandiri, menjadikan pelatihan ini sebagai ruang dialektika antara pengetahuan dan keterampilan, antara mimpi dan kerja nyata.

Melalui Pelatihan Tata Rias Wajah Tahun 2025 ini, BAZNAS Kabupaten Bekasi bersama HARPI Melati Kabupaten Bekasi menenun harapan baru bagi lahirnya pelaku usaha jasa tata rias yang terampil, berdaya saing, dan beretika. Sebuah ikhtiar visioner yang menegaskan bahwa zakat, ketika dikelola dengan amanah dan profesional, mampu menjadi cahaya yang menerangi jalan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi. Pungkas wanita cantik yang akrab disapa Bude Karyo.
(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *