Basri Baco: Golkar DKI Harus Hadir Bela Rakyat, Akses Pendidikan Tak Boleh Buntu

Rapat Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Partai Golkar DKI Jakarta dihadiri Sekretaris Golkar DKI Basri Baco (foto: Ratih)

JAKARTA — Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Basri Baco, menegaskan bahwa Partai Golkar harus tetap bekerja dan hadir di tengah rakyat, khususnya dalam menjawab persoalan pendidikan dan kebudayaan yang kian dirasakan masyarakat Jakarta.

Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) DPD Golkar DKI Jakarta di Kantor DPD Golkar DKI, Senin (9/2/2026) sore.

Basri menekankan, belum dilantiknya kepengurusan dan belum digelarnya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tidak boleh menjadi alasan berhentinya kerja-kerja kepartaian. Menurutnya, rakyat membutuhkan kehadiran nyata partai politik, bukan sekadar seremoni.

“Golkar ini partai besar. Kerja untuk rakyat tidak boleh menunggu pelantikan atau rakerda. Selama SK sudah ada, maka kewajiban kita adalah bekerja dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” tegas Basri Baco.

Dalam rapat terbatas yang dihadiri jajaran pimpinan DPD Golkar DKI, Basri menyampaikan bahwa seluruh 12 bidang di DPD Golkar DKI Jakarta harus segera menyusun dan menjalankan program kerja masing-masing, dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah DKI Jakarta.

“Program kerja itu bukan sekadar dokumen. Program kerja harus hidup dan berjalan. Setiap bidang wajib bergerak, dengan target yang jelas dan berdampak langsung bagi rakyat,” ujarnya.

Soroti Sulitnya Akses Beasiswa
Pada kesempatan itu, Basri Baco secara khusus menyoroti persoalan sulitnya masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, untuk mendapatkan akses beasiswa pendidikan tinggi. Ia menilai tingginya minat masyarakat Jakarta untuk melanjutkan pendidikan tidak diimbangi dengan ketersediaan bantuan yang memadai.

“Banyak anak-anak Jakarta yang ingin kuliah, tapi terbentur biaya. Program beasiswa yang ada sangat terbatas, aturannya ketat, sementara kebutuhan rakyat sangat besar. Ini tidak boleh dibiarkan,” kata Basri.

Ia menyebut, Golkar DKI harus mengambil peran aktif dengan memfasilitasi diskusi dan mencari solusi konkret, termasuk menggandeng lembaga pendidikan, dunia usaha, dan institusi lain yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

“Kita perlu duduk bersama, mencari lembaga atau mitra yang bisa membantu menyediakan beasiswa. Golkar harus menjadi jembatan antara rakyat dan akses pendidikan,” tegasnya.

Kebudayaan sebagai Ruang Ekspresi Rakyat
Tak hanya pendidikan, Basri juga mendorong Bidang Dikbud Golkar DKI agar menghidupkan kebudayaan sebagai ruang ekspresi rakyat. Menurutnya, kegiatan kebudayaan tidak boleh elitis, tetapi harus membumi dan melibatkan masyarakat luas.

“Kita bisa buat lomba tari, lomba masak masakan daerah, hingga lomba pidato kebangsaan. Semua bisa dilaksanakan di DPD Golkar DKI dengan menggandeng EO, Dikbud, ormas, dan Golkar wilayah,” ujarnya.

Basri menilai, kegiatan kebudayaan yang dekat dengan masyarakat juga memiliki nilai strategis secara sosial dan elektoral, karena menyentuh langsung kebutuhan dan minat rakyat.

“Kalau kegiatan kita dirasakan manfaatnya, rakyat akan melihat Golkar sebagai partai yang benar-benar hadir. Misalnya kegiatan SIM gratis untuk masyarakat, itu sederhana tapi sangat dirasakan,” tambah Basei

Ia juga mengusulkan Lomba Pidato Kebangsaan menjelang HUT Kemerdekaan RI serta Lomba Pidato Bahasa Inggris untuk pelajar SMA, sebagai upaya meningkatkan kapasitas generasi muda sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan.

Program Tetap Jalan, Rakyat Jangan Menunggu
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Dikbud Golkar DKI Jakarta, Ratih Widyawati, menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat meski kepengurusan belum dilantik secara resmi.

“Kami di Bidang Dikbud tetap berjalan. Kegiatan English Class dan senam sehat rutin tetap dilaksanakan karena ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ratih.

Ratih juga menyampaikan rencana kegiatan dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026, berupa Lomba Pidato Bahasa Inggris dengan menggandeng universitas. Menariknya, hadiah utama dari lomba tersebut adalah beasiswa pendidikan.

“Ini bentuk keberpihakan kami kepada generasi muda. Kami ingin membuka peluang seluas-luasnya bagi anak-anak Jakarta untuk mendapatkan akses pendidikan,” jelasnya.

Selain itu, Bidang Dikbud Golkar DKI juga akan menggelar pelatihan, olahraga senam sehat, serta seminar tentang kesehatan mental.

“Kesehatan mental hari ini menjadi persoalan serius. Melalui pelatihan, olahraga, dan seminar mental illness, kami ingin membantu masyarakat agar lebih sehat secara mental, lebih bahagia, dan mampu mengambil keputusan terbaik dalam hidupnya,” ungkap Ratih.

Golkar Diminta Konsisten Bela Kepentingan Warga Jakarta
Rapat yang berlangsung pukul 17.30 hingga 18.30 WIB tersebut dihadiri oleh Basri Baco, Ratih Widyawati, Edi Rodiyanto, Yudhistira Tasli, Fera Yuniharti, Ovi Dewi Yanti, Iriana, Ani, Getri, dan Irma Doloksaribu.

Melalui rapat ini, DPD Golkar DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk tetap bergerak dan bekerja, dengan menjadikan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Golkar harus membuktikan bahwa politik adalah alat perjuangan untuk membela rakyat, bukan sekadar urusan struktural,” tutup Basri Baco.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *