JAKARTA – Sekitar 100 perwakilan organisasi, komunitas, dan aktivis lintas isu menghadiri kegiatan Buka Puasa Bersama dan Syukuran Satu Tahun “Membangun Jakarta dari Bawah” yang digelar Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta di Waroeng Aceh Kemang Antasari, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2026).
Acara yang berlangsung hangat dan penuh dialog tersebut menjadi ruang refleksi atas arah pembangunan Ibu Kota yang dinilai semakin menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas. Pendekatan “membangun dari bawah” dimaknai sebagai komitmen mendengar aspirasi masyarakat dan memastikan kebijakan publik berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.
Ketua Umum Barisan Jakarta, R. Lintang Fisutama, dalam sambutannya menilai kepemimpinan Gubernur Jakarta menunjukkan dampak nyata, khususnya dalam penguatan layanan transportasi publik. Ia menyoroti integrasi dan perluasan layanan Transjakarta yang kini menjangkau wilayah penyangga Jabodetabek.
“Integrasi transportasi hari ini membuka akses mobilitas yang lebih luas bagi masyarakat. Ini bukti pembangunan tidak berhenti di pusat kota,” ujarnya.
Selain transportasi, Barisan Jakarta juga menilai kebijakan subsidi di berbagai sektor pelayanan publik menjadi bentuk keberpihakan nyata kepada warga, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah. Menurut Lintang, pembangunan tidak lagi hanya diukur dari proyek fisik besar, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Barisan Jakarta (BAJA) menyampaikan apresiasi kepada Chico Hakim atas perannya membangun komunikasi publik yang dinilai efektif dan inklusif. Ia dianggap mampu menjembatani narasi kebijakan pemerintah dengan aspirasi masyarakat secara terbuka dan konstruktif.
Sebagai bentuk penghargaan simbolis, BAJA menyerahkan lukisan karikatur kepada Chico Hakim. Penyerahan tersebut menjadi simbol pengakuan atas kontribusinya dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat sipil.
Kegiatan ditutup dengan suasana kebersamaan dan dialog lintas organisasi, menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dalam pembangunan Jakarta. Para peserta sepakat bahwa partisipasi publik dan komunikasi yang sehat menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap arah pembangunan kota.






