Kasus “AL” Anak Malang di Sidikalang, Doli Kurnia: Insyaallah Saya Wakafkan Hidup Bela Anak-anak

JAKARTA – BELA RAKYAT – Kasus kekerasan sadis yang menimpa bocah 8 tahun berinisial AL alias Alvino di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, menyita perhatian publik. Wajah babak belur, bibir disulut mancis, kemaluan dibakar, tangan patah hingga kaki hampir patah menjadi bukti kekejaman yang dialami bocah malang tersebut.

Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia turun langsung ke Medan untuk menjenguk Alvino dan adik-adiknya yang kini dirawat di Rumah Sakit Haji Medan. Seperti dikutip dari media sosialnya, Doli menegaskan komitmennya untuk berada di garda terdepan melawan kekerasan anak.

Bacaan Lainnya

“Insyaallah saya mewakafkan hidup saya untuk membela anak-anak, khususnya melawan kekerasan anak,” tegas Ahmad Doli seperti dikutip di media sosialnya.
​
“Meski komisi saya di DPR tidak terkait dengan anak, banyaknya kasus kekerasan yang menimpa anak-anak, termasuk kekerasan seksual, membuat saya tidak bisa menutup mata. Sebagai wakil rakyat, sudah seharusnya kita hadir memberikan pendampingan atas apa yang kita sebut sebagai ‘problem sosial’ di masyarakat. Dan di mata saya, kasus kekerasan anak bukan hanya membahayakan kita, tetapi juga mengancam masa depan bangsa ini,” jelas Doli.

Kronologi Pilu: Dititipkan karena Orang Tua Terjerat Narkoba

Dalam keterangannya, Ahmad Doli menjelaskan latar belakang keluarga korban. Alvino merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Adiknya adalah sepasang kembar laki-laki dan perempuan berusia 6 tahun, salah satunya bernama Adrian.

Ketiganya adalah anak dari pasangan yang kini bermasalah hukum. Ayahnya merupakan aparat kepolisian yang kini sudah ditahan dan disebut sebagai mantan anggota Polri karena terlibat kasus narkoba. Sementara ibunya saat ini berstatus buron karena diduga terlibat kasus yang sama.

Karena kondisi tersebut, ketiga anak itu kemudian dititipkan kepada seorang perempuan yang dikenal dari pertemanan ibunya, berinisial RS.

“Ada komitmen setiap bulan dibantu sekitar lima ratus ribu dan ternyata bantuannya tidak ada, akhirnya RS marah dilampiaskan kepada anak-anak ini,” ujar Doli.

Hasil tes urine RS pun disebut positif narkoba. Kondisi Mengenaskan: Bibir Disulut Mancis, Kemaluan Dibakar
Ahmad Doli mengaku melihat langsung kondisi Alvino di rumah sakit. Ia menyebut kondisinya sangat mengenaskan.

“Apa yang dialami oleh Alvino saya melihat langsung kemarin ya saya kira cukup mengenaskan wajahnya babak belur yang salah satu paling parah adalah bibirnya itu kalau kita lihat di video itu ternyata disulut oleh mancis dan kemudian juga kemaluannya juga dibakar,” ungkapnya.

Selain itu, tangan Alvino patah dan kakinya hampir patah. Adik-adik kembarnya juga menjadi korban kekerasan, meski tidak separah Alvino.

Kisah penemuan Alvino pun memilukan. Ia ditemukan warga di tempat penampungan sampah saat sedang mengais-ngais makanan karena kelaparan setelah kabur dari rumah pelaku.

“Alvino ini ditemukan pertama kali oleh warga biasa di tempat sampah, sedang mencari mengais-ngais makan karena kelaparan karena dia kabur,” kata Doli.

Setelah ditemukan, korban langsung dibawa ke rumah sakit dan ditangani oleh Dinas Sosial dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Dairi.

Ditangani 6 Dokter Spesialis di RS Haji Medan

Demi mendapatkan fasilitas yang lebih lengkap, ketiga kakak beradik itu kemudian dirujuk dari Dairi ke Kota Medan, tepatnya di RS Haji Medan.

Ahmad Doli menyebut saat ini Alvino ditangani oleh tim medis yang solid. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Bupati Dairi dan Direktur RS Haji Medan.

“Syukur alhamdulillah kemarin saya dibantu oleh pemerintah daerah kabupaten Dairi, saya langsung komunikasi dengan pak bupati dan sekarang Alvino ditangani oleh enam dokter, dokter anak, dokter umum, kemudian dokter ortopedi, kemudian ada dokter penyakit dalam, kemudian ada dokter saraf dan dokter bedah plastik,” jelasnya.

Doli meminta agar tidak ada fasilitas yang dikurangi. Selain pemulihan fisik, Alvino juga telah didampingi oleh konselor untuk pemulihan trauma dan psikisnya. Penjagaan sehari-hari di kamar rumah sakit dilakukan oleh pegawai Dinas Sosial dan Dinas PPA Kabupaten Dairi.

“Saya berterima kasih kepada Pemkab Dairi yang telah memberikan respons cepat. Setelah itu, mari kita kawal agar AL segera pulih, kembali ke sekolah, dan orang-orang yang menyiksanya mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Mohon dukungannya!” tulis Doli di media sosialnya.

Bukan Kasus Pertama di Sumut

Menurut Ahmad Doli, kasus AL bukan yang pertama di Sumatera Utara. Ia mencatat, sepanjang setahun terakhir, lebih dari lima kasus serupa terjadi di provinsi ini, termasuk kasus penyiksaan anak oleh orang tua kandung di Batubara yang sebelumnya juga ia tangani.

“Apa yang dialami AL dan adiknya bukan yang pertama di Sumatera Utara. Sepanjang setahun terakhir, lebih dari lima kasus serupa terjadi di provinsi ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menghimbau Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk lebih responsif dan aktif melakukan koordinasi serta pencegahan.

“Tolong lebih responsif, lebih aktif melakukan koordinasi, melakukan pencegahan supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pinta Doli.
Pesan Untuk Orang Tua dan Aparat Penegak Hukum

Di akhir pernyataannya, Ahmad Doli mengajak seluruh orang tua di Indonesia untuk menjaga anak sebagai amanah dari Allah SWT.

“Mari kita sama-sama jaga anak-anak kita ini aset kita, kekayaan yang dititipi oleh Allah. Saya kira tidak ada agama mana pun yang tidak menganjurkan untuk menjaga amanah ini. Curahkan kasih sayang seluas sebesar-besarnya kepada mereka,” pesannya.

Ia juga menegaskan kembali ikrarnya untuk melawan segala bentuk kekerasan terhadap anak dan meminta aparat penegak hukum bekerja objektif.

“Saya pastikan, insya Allah saya mewakafkan diri saya untuk melawan kekerasan dalam bentuk apa pun, apalagi terhadap anak. Kepada bapak kepolisian, bapak kejaksaan, bapak pengadilan, tolong selesaikan dengan baik, dengan objektif dan dengan penegakan hukum yang seadil-adilnya. Jangan biarkan kalau ada orang-orang yang mau intervensi atau melobi,” pungkasnya.

Doli berharap dengan gotong royong semua pihak, tidak ada lagi Alvino-Alvino lain yang menjadi korban kekerasan di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *