Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Balikpapan, Sarifah Suraidah Tekankan Peran UMKM Perempuan

Balikpapan — Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Hj. Sarifah Suraidah menegaskan pentingnya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi penguatan ekonomi keluarga sekaligus wujud nyata penerapan nilai-nilai Ekonomi Pancasila.

Hal tersebut disampaikan Sarifah saat memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar di Poskodal Center, Kota Balikpapan, Senin (10/2). Kegiatan ini diikuti para pelaku UMKM, khususnya kaum perempuan, serta kader Partai Golkar Balikpapan.

Menurut Sarifah, UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama karena sebagian besar UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Kondisi ini menjadikan perempuan sebagai aktor utama dalam menggerakkan perekonomian keluarga dan komunitas lokal.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Ketika ekonomi keluarga kuat, maka daya tahan ekonomi nasional juga semakin kokoh, bahkan di tengah tekanan dan krisis,” ujar Sarifah.

Politisi yang akrab disapa Bunda Harum ini menilai, kemajuan UMKM tidak boleh dipandang sebelah mata. Justru dari sektor inilah perputaran ekonomi lokal tumbuh dan memberi dampak berantai terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan, pemberdayaan UMKM selaras dengan prinsip Ekonomi Pancasila, yakni sistem ekonomi yang menempatkan keadilan sosial, asas kekeluargaan, dan gotong royong sebagai landasan utama pembangunan ekonomi nasional.

“Ekonomi Pancasila tidak hanya berbicara soal angka pertumbuhan, tetapi bagaimana kesejahteraan itu bisa dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh rakyat. UMKM menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan tujuan tersebut,” jelasnya.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Sarifah juga mendorong adanya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan UMKM, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga dunia usaha. Dukungan tersebut, lanjutnya, dapat diwujudkan melalui pelatihan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas agar UMKM mampu bersaing dan berinovasi.

“Perempuan pelaku UMKM harus terus kita perkuat, baik dari sisi keterampilan, manajemen usaha, maupun pengembangan produk kreatif. Dengan begitu, UMKM bisa menjadi motor penggerak ekonomi keluarga yang berkelanjutan,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *