JAKARTA — Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta A. Zaki Iskandar menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Malam Nisfu Sya’ban harus dimaknai sebagai momentum memperkuat ketahanan keluarga di tengah derasnya arus kemajuan teknologi, khususnya media sosial.
Hal tersebut disampaikan Zaki saat memberikan sambutan dalam kegiatan Peringatan Isra Mi’raj dan Malam Nisfu Sya’ban yang digelar DPD Golkar DKI Jakarta di Masjid Al-Akbar, Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Senin (2/2/2026) malam.
“Teknologi itu membawa manfaat, tapi juga mudharat. Media sosial bisa mendekatkan yang jauh, namun di sisi lain memunculkan ghibah, hoaks, dan membuka aib orang lain. Ini menjadi ujian serius bagi generasi kita hari ini,” kata Zaki di hadapan ratusan kader dan jamaah.
Menurut Zaki, tantangan utama umat Islam saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga nilai moral dan karakter anak-anak di era digital. Zaki menilai peran keluarga menjadi benteng pertama dalam menghadapi perubahan sosial yang begitu cepat.
“Anak-anak sekarang hidup di zaman serba instan. Dulu banyak hal dikerjakan dengan proses, sekarang cukup pencet. Kalau tidak dibarengi pendidikan akhlak, ini bisa membentuk karakter yang ingin serba cepat, termasuk ingin cepat kaya,” ujarnya.
Zaki juga menyinggung perubahan pola pengasuhan yang terjadi di masyarakat. Ia menilai orang tua saat ini menghadapi tantangan berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.
“Dulu ditegur atau dijewer itu hal biasa, sekarang anak baru dimarahi sudah bisa dilaporkan. Karena itu orang tua harus lebih bijak, lebih sabar, tapi tetap tegas dalam mendidik,” ucapnya.
Dalam konteks menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal dua pekan lagi, Zaki menyebut peringatan Isra Mi’raj dan Nisfu Sya’ban sebagai rangkaian kegiatan spiritual DPD Golkar DKI Jakarta untuk menyiapkan kesiapan batin kader dan masyarakat.
“Kita ingin memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih, memperbanyak ibadah, doa, dan sedekah. Kita berdoa agar Allah menutup aib dan dosa kita, serta memberi ketenangan dalam menjalankan ibadah Ramadhan,” tutur Zaki.
Ia juga menegaskan posisi Partai Golkar sebagai organisasi politik yang tetap memberi ruang luas bagi kegiatan keagamaan tanpa mencampuradukkan agama dan politik.
“Kami tidak mencampuradukkan agama dan politik. Namun sebagai umat beragama, kader Golkar punya kewajiban menjalankan syiar Islam di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Kegiatan yang digelar di Masjid Al-Akbar DPD Golkar DKI Jakarta tersebut dihadiri jajaran pengurus Golkar DKI Jakarta, anggota DPRD DKI Jakarta, tokoh ulama, serta ratusan kader dan masyarakat.
Acara diisi dengan pembacaan Surah Yasin, zikir, doa bersama, serta tausiyah keagamaan sebagai penutup.






