Dialog Demokrasi di Senayan, Netty Prasetiyani Ajak Mahasiswa Unwir Kritis Soal Isu Sosial dan Masa Depan Bangsa

Netty Prasetiyani Ajak Mahasiswa Unwir Kritis Soal Isu Sosial dan Masa Depan Bangsa

JAKARTA— Anggota DPR RI Netty Prasetiyani menyambut langsung kunjungan akademik dosen dan mahasiswa Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (28/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Komisi II DPR RI itu menjadi bagian dari upaya penguatan edukasi politik serta pengenalan peran lembaga legislatif kepada kalangan kampus.

Dalam paparannya, Netty menegaskan bahwa DPR RI merupakan simbol sekaligus ruang utama praktik demokrasi di Indonesia. Ia mendorong generasi muda untuk tidak memandang demokrasi sebatas peristiwa elektoral lima tahunan, melainkan sebagai proses panjang yang menuntut partisipasi publik, akuntabilitas, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.

“Gedung DPR ini adalah ruang belajar demokrasi. Anak muda perlu memahami bagaimana kebijakan dirumuskan, diawasi, dan dipertanggungjawabkan,” ujar Netty di hadapan peserta kunjungan.

Politikus perempuan PKS itu juga menguraikan mekanisme demokrasi perwakilan yang dianut Indonesia.

Menurut Netty, suara rakyat dalam pemilu merupakan amanah yang harus diperjuangkan oleh wakil rakyat melalui tiga fungsi utama DPR, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Karena itu, partisipasi politik warga tidak boleh berhenti di bilik suara.

Netty turut menjelaskan dinamika kerja DPR RI, termasuk pembagian tugas di setiap komisi serta aktivitas anggota dewan di luar masa sidang. Ia menekankan bahwa masa reses justru menjadi momentum penting bagi anggota DPR untuk turun ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi dan persoalan riil masyarakat.

Diskusi berkembang hangat ketika mahasiswa Unwir mengangkat isu-isu aktual. Beberapa pertanyaan menyoroti fenomena fatherless dan implikasinya terhadap ketahanan keluarga serta pembangunan sumber daya manusia.

Selain itu, topik pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga mencuat, terutama terkait arah tata kelola pemerintahan, pemerataan pembangunan, dan keberlanjutan lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Nettym engapresiasi keberanian dan daya kritis mahasiswa. Ia menilai kepekaan terhadap isu sosial dan kebijakan strategis nasional merupakan modal penting bagi generasi muda dalam mengawal demokrasi.

“Ke depan, bangsa ini akan dipimpin oleh mereka yang hari ini duduk di bangku kuliah. Sikap kritis dan kepedulian terhadap isu publik harus terus diasah,” jelasnya.

Kunjungan akademik ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan mahasiswa tentang sistem ketatanegaraan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa peran menjaga kualitas demokrasi adalah tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda sebagai agen perubahan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *